Tercatat, 114 Warga KSB Kontak dengan Almarhum Positif Covid

oleh -12 views

Termasuk 44 Tenaga Medis

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (20/4/2020)

Setelah hasil swab Almarhum YS warga Kecamatan Taliwang dinyatakan positif Covid-19, Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan contact tracking. Upaya ini dilakukan untuk menelusuri ‘jejak’ kontak Almarhum dengan sejumlah warga. Hasilnya, tercatat 114 orang yang memiliki kontak langsung dengan Almarhum.

Hal ini dibenarkan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 KSB, H. Tuwuh S.AP kepada samawarea.com, Senin (20/4). Data itu diperoleh dari hasil penelusuran tim gugus tugas, di samping 80 orang yang datang melaporkan diri pernah kontak langsung dengan almarhum. Mereka terdiri dari pihak keluarga, masyarakat umum, dan pegawai medis di RSUD Asy-Syifa. Petugas medis ini saat melayani YS ketika dibawa ke RSUD Asy-Syifa, menggunakan standar pelayanan umum, mengingat almarhum tidak memiliki riwayat ke luar daerah. “Angka ini belum termasuk petugas Puskesmas Taliwang, karena menurut riwayat, Almarhum YS pernah melakukan pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas Taliwang,” katanya.

Baca Juga:  PDP Asal KSB yang Meninggal Ternyata Positif Covid-19

Dari sejumlah data ini, pihaknya akan menilai kembali sejauhmana orang yang terdata kontak dengan Almarhum YS. Sebab ada juga yang melaporkan diri berjalan lorong yang pernah dilewati almarhum YS. “Kita akan rangking semua orang yang kita data siapa yang beresiko paling tinggi itu yang didahulukan untuk di-rapid test. Karena rapid test ini dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama hanya 25 orang untuk mendapat hasil yang maksimal dan mempersempit ruang kekeliruan,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Siapkan Hadiah Bagi Desa Dengan 100% Penduduk ber-KTP

Untuk sementara waktu, ungkap Tuwuh, seluruh orang yang terdata disarankan melakukan isolasi mandiri dengan terus didampingi dan memberikan pemahaman untuk tetap di rumah dan menjaga jarak.

Sementara Kepala Puskesmas Taliwang, dr. Darmansyah mengakui, sebelum YS ditangani di RSUD Asy-Syifa, sempat melakukan pemeriksaan lab di Puskesmas Taliwang. Dalam Pengecekan, ada 34 orang yang diketahui pernah melakukan kontak. “Data ini sudah kami serahkan ke Tim Gugus Tugas untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof Sitompul juga mengakui bahwa dalam melayani YS, petugas tidak menggunakan APD. Sebab sebelumnya YS sudah dilakukan screening sebanyak tiga kali di Posko, namun tidak menunjukkan adanya gejala ke arah Covid. Almarhum YS pun dilayani sebagai pasien umum. setelah pemeriksaan lanjutan, terdeteksi jika Almarhum YS memiliki gejala Covid sehingga langsung diisolasi. “Ada 10 orang petugas kami yang melakukan kontak dan dilakukan isolasi mandiri. Hari ini kita akan lakukan Rapid Test,” tandasnya.

Dengan diisolasinya 10 petugas medisnya, dr Carlof mengakui berpengaruh terhadap pelayanan. Dengan sisa petugas yang terbatas membuat pelayanan tidak maksimal. Kemungkinan pihaknya akan menutup satu pelayanan. (HEN/SR)

iklan bapenda