SUMBAWA BESAR, SR (30/12/2019)
Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Umi Kalsum, S.S., M.Hum bersama rombongan berkunjung ke Universitas Teknologi Sumbawa, Senin (30/12). Kehadiran pejabat tersebut disambut hangat Rektor UTS Dr. Andy Tirta, M.Sc yang didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Nurul Hudaningsih, ST., MT.
Dalam kesempatan itu, Umi Kalsum yang didampingi Nuryati, S.S (Tim Kerjasama Kantor Bahasa NTB), Marsa Gipta Juliana dan Ayu Safitri, S.Pd (Duta Bahasa NTB 2017 dan 2018), mengatakan, kunjungannya bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan kerjasama dengan berbagai universitas di Sumbawa, termasuk UTS. Ada beberapa program dari Kantor Bahasa NTB mendatang. Di antaranya, Pemilihan Duta Bahasa, Program Peningkatan Literasi (bagi anak, sekolah, dan masyarakat), serta Lomba Kepenulisan (cerita rakyat, dan lainnya). Setiap program tersebut, Umi Kalsum berharap UTS ambil bagian dalam menyukseskannya baik mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti Duta Bahasa NTB, ataupun program lainnya.
Ditambahkan Nuryati, S.S, bahwa saat ini Kantor Bahasa NTB sudah berhasil melakukan rekam lisan ke tulisan untuk ‘Bahasa Daerah’ yakni Bahasa Samawa, Bahasa Sasak, dan Bahasa Mbojo. Selain itu 9 bahasa serapan lainnya yang berkembang di NTB (seperti Bahasa Jawa, Bali, dan lain-lain). Dimasa mendatang pun diharapkan Kantor Bahasa dapat mewujudkan Lab Bahasa bagi masyarakat NTB.
Sementara itu Rektor UTS Dr. Andy Tirta menyampaikan bahwa UTS sebagai universitas yang plural, dengan mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia, akan menyambut baik program-program dari Kantor Bahasa. Para mahasiswa yang datang dari latar belakang budaya, dan khususnya bahasa yang berbeda akan sangat terbantu nantinya untuk belajar Bahasa Tau Tana Samawa.
Rektor muda ini juga menuturkan, UTS dan Kantor Bahasa bisa menjalin kerjasama dalam hal bantuan buku bagi komunitas baca yang didirikan oleh mahasiswa dan dosen UTS, serta bidang digitalisasi bahasa, seperti pembuatan aplikasi bahasa daerah juga cerita rakyat digital. Ini nantinya akan membantu percepatan belajar masyarakat tentang bahasa daerah, paham literasi bukan lagi angan-angan, dan memudahkan siapa saja untuk belajar tentang orang NTB. “Semoga melalui program Kantor Bahasa NTB ini, bisa menambah referensi berbahasa, baik lokal, nasional, bahkan internasional,” ucap Nurul Hudaningsih. (SR)






