MUI Sumbawa Bantu Kendaraan Roda Tiga untuk Rumah Bibit Desa Jorok

oleh -388 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (20/11/2019)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa menyerahkan bantuan satu unit kendaraan roda tiga kepada Rumah Bibit Desa Jorok Kecamatan Unter Iwis yang merupakan binaan Rumah Zakat. Bantuan itu langsung diserahkan Ketua MUI Sumbawa, Dea Guru Syukri Rahmat S.Ag kepada Koordinator Rumah Zakat NTB, Repi S yang disaksikan Kadis Pertanian Sumbawa, Ir. Syirajuddin di lokasi Rumah Bibit, Rabu (20/11) sore tadi. Kendaraan roda tiga tersebut adalah bantuan dari PT Pegadaian yang diberikan kepada MUI Sumbawa.

Ketua MUI Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag mengatakan bantuan roda tiga yang diperoleh MUI sebagai hasil bincang-bincang kreatif dengan banyak pihak termasuk PT Pegadaian. Bincang-bincang ini direspon positif PT Pegadaian yang kemudian menyalurkan dana CSR-nya dalam bentuk bantuan tiga unit roda tiga kepada MUI Sumbawa. Amanah Pegadaian ini, ungkap Dea Guru Syukri, dihajatkan untuk mendukung program Zero Waste (bebas sampah) yang merupakan program kabupaten dan propinsi. Selain itu program kebersihan ini adalah ajaran Islam, sehingga MUI sangat mendukung program-program yang sifatnya mengarah pada pelestarian lingkungan terutama dalam hal kebersihan. “Di MUI sendiri ada program pemuliaan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk tanam pohon, kebersihan dan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan,” jelasnya.

Diarahkannya bantuan satu unit kendaraan roda tiga ke Desa Jorok kata Dea Guru Syukri, karena merupakan desa berdaya yang salah satu programnya sangat konsen dengan lingkungan. Terlebih lagi Repi S, relawan desa berdaya setempat, merupakan penyuluh pertanian dan pengurus MUI, sehingga dikolaborasikan dalam mendukung program-program desa berdaya yang mengarah pada kebersihan lingkungan. Dea Guru Syukri berharap bantuan yang diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat atau masyarakat sekitar. Ke depan bersama Pegadaian, MUI Sumbawa akan membangun Bank Sampah. Dengan keberadaan bank sampah ini, sampah yang dibawa masyarakat akan ‘berubah’ menjadi emas. “Intinya sampah yang ada bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi dan social, goalnya bagaimana masyarakat bisa berdaya,” tandasnya.

Sementara Ketua Forum Desa Berdaya NTB, Repi S, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MUI Sumbawa yang telah memberikan bantuan kendaraan roda tiga untuk Rumah Bibit. Armada tersebut sangat bermanfaat bagi pengelola rumah bibit terutama dalam melayani tingginya permintaan masyarakat akan bibit, di samping membantu program Desa Jorok sebagai desa berdaya yang konsen terhadap kebersihan lingkungan. “Bantuan ini bagian dari gerakan kolaboratif Rumah Zakat melalui desa berdayanya, dengan MUI.

Untuk diketahui, program desa berdaya merupakan gerakan pemberdayaan sesuai dengan potensi desa. Desa Jorok Kecamatan Unter Iwis Kabupaten Sumbawa merupakan desa berdaya pertama di NTB. Dijadikannya Desa Jorok sebagai desa berdaya ungkap Repi, selain dirinya ditunjuk sebagai relawan desa berdaya, juga desa tersebut bagian dari wilayah tugasnya sebagai penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Antara tugasnya sebagai penyuluh pertanian dan relawan desa berdaya, saling menunjang. Mengingat Desa Jorok adalah daerah potensial yang cocok untuk pengembangan pertanian holtikultura maupun peternakan. “Jadi saya buat secara terintegrasi antara program ternak kambing dan rumah bibit. Ini terinspirasi dari Program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang dikembangkan Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Pengembangan dua potensi yakni pertanian holtikultura dan peternakan ini, lanjut Repi, memunculkan pertumbuhan ekonomi baru di desa tersebut. Selain mengembangkan rumah bibit, para pemuda setempat dimodali Rumah Zakat untuk usaha peternakan kambing. Pertumbuhannya pun sangat pesat. Bibit dari Rumah Bibit Desa Jorok sudah merambah hingga di luar Kecamatan Unter Iwis. Demikian dengan usaha ternak kambing juga berkembang dari 2 ekor kini menjadi 9 ekor. Melihat kemajuan, kebersihan dan hijaunya Desa Jorok, menginspirasi Camat Unter Iwis melaunching Desa Jorok sebagai desa hijau. “Keberadaan program desa berdaya ini bukan sekedar lingkungan yang teratasi tetapi gerakan ekonomi masyarakat akan tumbuh dan berkembang. Semua potensi yang ada dengan asset dan kekuatan yang ada kita kolaborasikan dalam sebuah gerakan yang sama sehingga tercapai visi misi besar yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kadis Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Syirajuddin menyatakan sangat mendukung apa yang dilakukan penyuluhnya. Ia pun salut dengan Repi salah satu penyuluhnya yang menjadi inspirator dalam pelaksanaan program-program di desa berdaya. “Repi dapat menjadi contoh bagi penyuluh lainnya. Kami senang dengan keberadaan penyuluh kami yang dapat memberikan nilai tambah di desa binaannya,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *