SUMBAWA BESAR, SR (3/10/2019)
Keberadaan tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dinilai menimbulkan gejolak di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa. Masyarakat mulai terpecah dengan kelompoknya berdasarkan kepentingan masing-masing. Yang terbaru saat ini, dari enam kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa, masyarakat di tiga kecamatan sepakat membentuk sebuah forum yang diberi nama Forum Komunikasi Selatan Barat (FKSB). Tiga wilayah yang tergabung dalam FKSB itu adalah Kecamatan Lenangguar, Orong Telu dan Lunyuk. Tanpa keterlibatan Moyo hulu, Ropang dan Lantung. Terbentuknya FKSB ini secara tidak langsung menggambarkan adanya gejolak di tengah masyarakat di enam kecamatan wilayah selatan ini.
Kamis (3/10), perwakilan dari tiga kecamatan ini menggelar pertemuan sekaligus mendeklirkan keberadaan FKSB. Kegiatannya dipusatkan di Balai Desa Lenangguar. Terbentuknya FKSB ini salah satu landasan utamanya karena masyarakat di tiga wilayah ini merasa dianaktirikan. Padahal tiga wilayah tersebut masuk sebagai wilayah sentral operasi PT AMNT di Elang Dodo. Dalam forum yang dihadiri Camat Lenangguar dan Kepala Desa itu, para perwakilan dari tiga kecamatan ini satu kata melebur dalam FKSB. Lahirnya FKSB ini menurut mereka atas dasar terjadinya ketimpangan social akibat pola yang dilakukan PT AMNT terhadap masyarakat di tiga wilayah ini. Dengan lahirnya FKSB ini, para pemuda dari tiga wilayah ini ingin menjadi bagian dari PT AMNT untuk mengurus wilayah mereka sendiri secara mandiri di selatan barat sehingga bisa secara lansung dan berkesinambungan merasakan dampak ekonomi menuju masyarakat sejahtera. “Kami tidak ingin masyarakat hidupnya selalu terbelakang dan tertinggal. Apalagi menjadi kecamatan-kecamatan termiskin. Karena ketika pengerukan kekayaan alam secara besar besaran di atas tanah kami, maka PT AMNT harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejateraan masyarakat di wilayah selatan barat,” tegas Ketua Penyelenggara Akhmad Yani didampingi Sekretaris FKSB, Maman Sukriman Jaya dalam pernyataan sikapnya.
Tidak hanya itu, seratusan pemuda yang berkumpul juga meminta pemerintah desa di tiga wilayah ini mampu mengakomodir keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelatihan dalam upaya peningkatan skill, sehingga ke depan bisa menjadi calon pekerja yang terampil dan berkompeten.
Untuk diketahui, pertemuan itu dilanjutkan dengan menggelar aksi. Dalam aksi yang dikoordinir Zukri Rahmat itu menyampaikan empat point tuntutan kepada “Amman Mineral”. Yakni AMNT wajib menyetujui FKSB sebagai representasi wilayah selatan barat yang dapat menjadi rumah aspirasi serta memiliki andil dalam penyelesaian masalah social bersama AMNT. Pihak AMNT juga diminta memaksimalkan bantuan social untuk pemberdayaan masyarakat. Tuntutan lain adalah perlunya evaluasi perekrutan oleh seluruh perusahaan pemenang tender, sub kontraktor maupun yang dilakukan lansung oleh AMNT. Karena sampai saat ini jumlah tenaga kerja dari wilayah Selatan Barat dinilai sangat minim. Selanjutnya dalam perekrutan tenaga kerja diminta lebih transparan. Terakhir, meminta agar adanya pemerataan pemberdayaan terhadap pengusaha local.
Kades Lenangguar, Asraruddin memberikan apresiasi terbentuknya FKSB ini. Dia juga mendukung semua aspirasi yang disampaikan. Ke depan dia berharap memang perlu ada perbaikan system di PT AMNT. Khusnya terkait perekrutan tenaga kerja maupun transparansi pemberdayaan masyarakat. (JEN/SR)








