BIMA, SR (15/9/2019)
Gara-gara putus cinta, WM (18) seorang mahasiswi asal Desa Tambe, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun. Nyawa gadis ini tak bisa tertolong meski telah diikhtiarkan melalui penanganan medis di puskesmas setempat. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pihak kepolisian menemukan barang bukti sebungkus Dupont Lannate—jenis racun pembasmi serangga yang ditenggak korban. Selain itu HP Samsung J2 berisi bukti percakapan antara korban dengan kekasihnya, dan gelas alumunium berisi sisa cairan racun.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. H. Purnama SIK dalam keterangannya, Minggu (15/9), mengatakan, peristiwa mengenaskan ini terjadi pada Hari Sabtu, 14 September 2019 sekitar pukul 16.40 Wita. Bermula ketika saksi Anita mendengar terikan korban dari dalam rumahnya. Anita bergegas masuk dan korban sedang meregang dan mulutnya mengeluarkan busa. Melihat pemandangan itu Anita pun histeris seraya meminta pertolongan warga. Warga pun datang lalu melarikan korban yang tidak sadarkan diri ke Puskesmas Bolo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun upaya medis tak membuahkan hasil, karena nyawa korban tak tertolong. Korban meninggal dunia di Puskesmas Bolo. Dari puskesmas jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.
Mengenai motif aksi nekat korban, ungkap Kombes Purnama, korban terpukul dengan kegagalannya yang dua kali tidak lolos mengikuti tes masuk perguruan tinggi dan kerap dimarahi ibunya. Kondisi labil korban ini diperparah dengan berakhirnya kisah cintanya. Korban dan kekasihnya putus, ini terlihat dari bukti percakapan terakhir melalui Whatsapp. Dalam percakapan itu korban berpamitan kepada kekasihnya.
Anggota Piket SPKT Regu II Polsek Bolo yang dipimpin Bripka Suhendra mengecek TKP dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Keluarga menolak diautopsi dan menerima kematian korbn sebagai takdir.
Lebih jauh dikatakan mantan Kapolres Dompu tersebut, bahwa akhir-akhir ini peristiwa bunuh diri sering terjadi, permasalahan dan persoalan yang dihadapi banyak ragamnya. “Kita semua manusia akan terus menemui hal tersebut, namun kita punya Tuhan dan agama yang dapat dijadikan dasar hidup kita untuk menyelesaikan masalah dan persoalan hidup. Mari kita terus mengisi sisa hidup kita dengan terus berbuat baik,” pungkasnya. (SR)





