SUMBAWA BESAR, SR (14/9/2019)
Hari pertama Wonderful Sail to Indonesia 2019 di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (14/9) malam, semarak dan penuh kehangatan. Masyarakat sekitar ikut berbaur dengan tamu Sail dari berbagai negara. Selain itu, para Yachter ini juga terlihat sangat antusias menikmati berbagai suguhan kuliner produk UMKM dan atraksi budaya Samawa pada acara penyambutan. Demikian juga dengan pelaku UMKM yang senang karena dagangannya habis terjual.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri MM menyambut baik dengan dijadikannya Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano menjadi titik labuh peserta Sail. Hal ini menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk memperkenalkan budaya dan potensi alam yang ada, termasuk destinasi wisata Hiu Paus. “Dengan adanya mereka tentu bisa menggerakan ekonomi. Karena mereka semua bisa membaur dengan masyarakat. Sehingga apa yang dijual oleh masyarakat bisa dibeli,” ujarnya.
Diakui Haji Bas—akrab Sekda disapa, ada beberapa yang perlu dibenahi terutama sarana dan prasarana. Untuk itu pihaknya akan berupaya semaksimalkan mungkin melakukan penyempurnaan. “Jadi tadi saya juga sudah sampaikan jika ada hal yang masih kurang mohon disampaikan ke kita untuk perbaikan dan penyempurnaan kedepan. Sehingga ketika terlihat bagus, mereka bisa menceritakannya ke keluarga dan koleganya saat pulang di negara asalnya. Bukan hanya keindahan alam Sumbawanya saja tapi juga budayanya,” terang Haji Bas.
Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Iskandar D., M.Ec. Dev, memuji konsep yang ditampilkan tim kreatif sangat luar biasa. Dengan penyajian yang sederhana namun sangat dinikmati para tamu Sail. Begitu juga dengan antusias masyarakat yang ikut berbaur. “Saya juga melihat ini bentuk keberhasilan betapa kuatnya gravitasi, konsep yang kita bangun ini. Yang kita jual kepada mereka, sehingga mereka merasa penting untuk hadir di acara kita malam ini. Sederhana pelaksanaannya, mungkin kesannya luar biasa, didukung teman-teman dan masyarakat yang menerima, sangat familiar. Saya kira acara ini sudah dikemas sebaik mungkin,” katanya.
Dikatakannya, penyambutan hari pertama peserta sail di Desa Labuhan Jambu ini dapat menjadi contoh baik bagi potensi lainnya. Meskipun memiliki keterbatasan, namun dengan konsep yang difikirkan secara matang dapat memberikan penampilan menarik. “Tindak lanjut ini mudah-mudahan menjadi pengungkit semangat bagi teman teman. Kita coba publikasi ini sebagai best practice dengan harapan potensi lain akan punya kemasan yang tidak sama dengan ini. Sehingga punya daya tarik tersendiri sehingga menjadi magnet para pelancong,” imbuhnya.
Sajuh ini, sudah ada 25 kapal yacht dengan jumlah peserta Sail 37 wisman yang berlabuh di Perairan Teluk Saleh, Desa Labuhan Jambu, Sumbawa. Diharapkan jumlah tersebut bertambah hingga 90 peserta, sesuai dengan permintaan perpanjangan paspord di Imigrasi Sumbawa.
Kades Labuhan Jambu, Musykil Hartsah mengatakan, sebagai tuan rumah titik labuh, ia mempersiapkan segala sesuatunya sekitar 10 hari. Baik dari segi kesiapan lokasi hingga masyarakat sekitar. “Kami berterimakasih kepada Pemda menunjuk kami sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan ini,” ucapnya.
Diakuinya, lokasi yang dijadikan race area saat ini masih banyak memiliki kekurangan. Ke depan pihaknya berupaya melakukan pembenahan. Ini merupakan bentuk dorongan pemerintah desa bagi destinasi wisata hiu paus di Labuhan Jambu. “Tidak menutup kemungkinan akan menjadi titik labuh bagi para yachter di tahun berikutnya. Dan kami itu bahkan membangun komunikasi meminta dermaga apung untuk wisata. Sehingga terpisah dengan dermaga perikanan yang ada saat ini, dermaga khusus lah. Dan ini akan kita jadikan race area, rencana kedepan kami akan buat patung hius paus sebagai ikon dari Labuhan Jambu,” pungkasnya. (JEN/SR)






