SUMBAWA BESAR, SR (29/9/2019)
Pidato singkat Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. Andy Tirta M.Sc pada Sidang Terbuka Senat dan Wisuda Program Sarjana (S-1) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) tahun 2019 di Sumbawa, Sabtu (28/9/2019) kemarin, cukup mengejutkan. Sebab dalam pidatonya di hadapan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc dan Ketua Yayasan Dea Mas, Hj. Niken Saptarini Widiawati M.Sc serta civitas akademika UTS, Andy Tirta menyatakan diri akan mengakhiri jabatan Rektor UTS yang telah disandangnya sejak 11 Maret 2016 lalu. “Mungkin ini wisuda terakhir yang saya pimpin. Tepat Maret 2020 nanti saya akan menyerahkan tampuk pimpinan ini kepada Yayasan Dea Mas. Karena itu melalui kesempatan ini saya mohon ampun kepada Allah dan mohon maaf kepada Civitas Akademika UTS atas tingkah laku saya yang kurang berkenan. Terima kasih kepada Bapak Doktor Zul yang telah memberikan kepercayaan kepada kami kepada anak-anak muda yang nekat memimpin kampus di lembah Olat Maras ini. Para dosen dan staf kita sangat luar biasa,” ucapnya.
Pidato berisi pamitan ini, spontan membuat sejumlah pihak mengaitkan dengan keinginan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencalonkannya sebagai Bupati atau Wakil Bupati Sumbawa pada Pilkada 2020 mendatang. Apalagi akhir masa tugasnya sebagai Rektor UTS bertepatan dengan persiapan pendaftaran sebagai Bakal Calon. Isyarat majunya Andy Tirta pada Pilkada Sumbawa ini semakin kuat, setelah Gubernur NTB yang memberikan sambutan pada acara yang sama mengatakan bahwa akhir masa tugas Andy Tirta sebagai Rektor UTS pada Maret 2020 mendatang bertepatan dengan dibukanya pendaftaran di KPU. Ini memberikan pesan kepada selaku Gubernur sekaligus politisi PKS, bahwa Andy Tirta akan serius menjadi calon Bupati Sumbawa. “Kenapa beliau (Andy Tirta) ini serius maju sebagai kandidat, karena istri yang mendampinginya adalah penghafal Qur’an 30 juz, dan seorang ustadzah yang sholeha,” ucapnya Gubernur disambut tepuk tangan para wisudawan.
Mengenai pengganti Andy Tirta sebagai Rektor UTS nanti, Bang Zul—akrab Gubernur disapa yang juga Pendiri UTS ini, mengaku tidak kesulitan mencari penggantinya. Hal ini mengingat banyak dosen UTS yang kuliah di luar negeri menyelesaikan program doktoralnya dan akan pulang ke Sumbawa dalam waktu dekat ini.
Dikonfrontir SAMAWAREA, Dr. Andy Tirta membantah pamitannya ini terkait dengan rencana pencalonannya pada Pilkada Sumbawa mendatang. Ia mengakhiri masa tugasnya sebagai Rektor UTS karena memang sudah waktunya. Doktor Andy mengaku dia diangkat sebagai Rektor UTS, 11 Maret 2016 yang artinya kan berakhir 11 Maret 2020 mendatang. Memang tidak ada aturan yang membatasi periodesasi menjadi Rektor. Jabatan Rektor bisa dijabat kembali untuk periode kedua. Namun menurut Andy Tirta yang terbaik untuk UTS adalah jabatan Rektor hanya satu periode agar kampus tersebut bisa berkembang cepat. “Kita ingin ada pembaharuan. Kalau ada yang terlalu lama pada jabatan itu dikhawatirkan UTS tidak berkembang secepat sekarang. Dengan adanya pergantian, Rektor baru bisa melihat apa yang kurang di UTS untuk diperbaiki. “Untuk pergantian Rektor UTS pada periode berikutnya sudah saya sampaikan ke Bang Zul di awal tahun. Dan jabatan Rektor dibatasi hanya satu periode saja,” pungkasnya. (JEN/SR)







