SUMBAWA BARAT, SR (23/8/2019)
Tampaknya mercury sudah mulai mengancam masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Belum lama ini Dinas Kesehatan mengidentifikasi bahwa sebagian besar penyakit yang ditanganinya diakibatkan mercury.
Dalam rilis yang disampaikan Bagian Humas Polres KSB pada Acara Sosialisasi Penertiban PETI, H. Yusfi–perwakilan dari Dinas Kesehatan KSB mengatakan bahwa pada tahun-tahun terakhir pihaknya terus memantau tren penyakit yang timbul di tengah masyarakat. Setiap penyakit yang timbul langsung dianalisa. Dari penyakit yang timbul ini, sebagian besar disebabkan mercury yang digunakan oleh para penambang emas. Hasil uji laboratorium, 70% warga Brang Rea tubuhnya terpapar mercury. Penyebabnya bisa karena besentuhan langsung dengan zat tersebut, atau melalui makanan yang dikonsumsi. Pasalnya dari hasil penelitian, sejumlah tanaman sudah terpapar dan mengandung mercury seperti padi, tomat, kelor dan lainnya. “Kami berharap aktivitas penggunaan mercury sembarangan bisa dihentikan untuk mengembalikan kelestarian lingkungan,” himbaunya.
Di tempat yang sama Kapolres Sumbawa Barat yang diwakili Kanit Tipiter Satreskrim AIPDA Susilo menghimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas penggunaan bahan berbahaya seperti mercury, karena berdampak merusak lingkungan. Sekarang dampaknya sudah terlihat jelas dan berharap masyarakat sadar dan taat terhadap aturan. Ketika himbauan dan sosialisasi ini sudah dilakukan namun tidak diindahkan, lanjut Susilo, pihak kepolisian akan mengambil langkah tegas dengan melakukan upaya hukum sesuai pasal 103 UU No. 32 tahun 2019 tentang Lingkungan Hidup. “Bagi pelaku penambang, kami akan kenakan pasal 158 UU tentang Minerba dan yang menjual mercury UU Perdagangan,” tegasnya. (SR)






