Harga Cabai Kian Pedas, TPID Himbau Masyarakat Tidak Panik

oleh -277 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (3/8/2019)

Kenaikan harga cabai yang cukup pedas di pasaran membuat masyarakat mengeluh. Bayangkan perkilogram cabai mencapai Rp 90 ribu. Menyikapi hal itu Diskoperindag Kabupaten Sumbawa selaku anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berinisiatif menggelar pertemuan dengan para wartawan untuk menjelaskan persoalan tersebut, Jum’at (2/8) kemarin. Bertempat di Ruang Rapat Diskoperindag Sumbawa hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Bulog Sumbawa, Pejabat yang mewakili Kepala Dinas Pangan, para Kepala Bidang lingkup Diskoperindag, dan para wartawan dari berbagai media cetak, media online dan media elektronik.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Arif, M.Si dalam paparannya menyebutkan telah melakukan pemantauan dan analisis melalui aplikasi SI ANDINI (Sistem Peringatan Dini Inflasi) Sumbawa, bahwa harga cabai sangat fluktuatif. Bahkan perubahan harga terjadi per 2 hari. Menurutnya, beberapa penyebab terjadinya fluktuasi harga cabai di Kabupaten Sumbawa karena pasokan cabai masih dominan dari luar daerah, sekitar 70-80% dipasok dari Pulau Lombok, dan hanya 20% yang berasal dari sentra-sentra produksi cabai di Kabupaten Sumbawa. Adapun sentra produksi cabai di Sumbawa berada di 7 kecamatan yaitu Labangka, Moyo Hulu, Lunyuk, Labuhan Badas, Utan, Buer dan Alas. Selain itu, tidak adanya distributor cabai dan hortikultura di Sumbawa menyebabkan harga cabai rentan mengalami fluktuasi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Diskoperindag bersama anggota TPID lainnya, Bulog, Dinas Pangan dan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa akan melakukan langkah-langkah antisipasi antara lain, Bulog akan melakukan penetrasi pasar yang diawali dengan survei harga di tingkat petani kemudian melakukan penjualan langsung di titik-titik tertentu. Dinas Pertanian akan segera melakukan pemetaan sentra cabai dalam rangka percepatan distribusi komoditi, sedangkan Dinas Pangan akan melakukan optimalisasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Adapun KRPL yang ada saat ini sebanyak 50 kelompok binaan, dan diupayakan lebih besar lagi agar berdampak pada produksi cabai, minimal dapat dirasakan manfaatnya pada skala rumah tangga. Untuk solusi jangka menengah dan jangka panjang, TPID juga akan melakukan inisiasi kerjasama antar daerah.

TPID menghimbau masyarakat agar tidak panik karena indeks perubahan harga cabai saat ini tidak terlalu tajam, hanya berkisar pada angka 1,4-1,5. TPID juga mengajak masyarakat untuk bijak berbelanja dan bijak mengkonsumsi cabai dengan menggunakan bahan alternatif cabai kemasan. Selain itu, TPID juga mengajak masyarakat untuk dapat berpartisipasi memantau dan mengawasi perkembangan harga komoditi melalui situs www.siandini.sumbawakab.go.id. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *