Sumbawa Hasilkan 63 Ton Sampah Perhari, Tertangani Hanya 17 Persen

oleh -1289 Dilihat
Abdul Haris S.Sos Kadis LH Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (19/7/2019)

Sampah di Kabupaten Sumbawa masih menjadi persoalan serius. Sampah kian menumpuk terutama yang berasal dari rumah tangga tidak tertangani secara optimal. Banyak sampah tercecer di beberapa titik, bahkan kerap terlihat di pinggir jalan negara, sehingga tak sedap dipandang mata dan berpotensi menjadi sumber penyakit.

Dikonfirmasi kondisi ini, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris S.Sos mengaku tak bisa berbuat banyak. Setiap harinya Kabupaten Sumbawa menghasilkan sekitar 63 ton sampah yang tersebar di 24 kecamatan sebagaimana data Tahun 2018. Namun yang bisa terlayani hanya 17,35 persen, selebihnya sekitar 82,65 persen tidak terlayani. Tidak tertanganinya sebagian besar sampah, ungkap mantan Kabag Pertanahan Setda Sumbawa ini, karena terbatasnya jumlah sarana prasarana seperti truk pengangkut sampah, container dan lainnya. Selain itu minimnya dana operasional yang dialokasikan melalui APBD. Belum lagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya ada dua yaitu TPA Raberas dan TPA Lekong.

Untuk mengatasi persoalan, Abdul Haris mengaku telah ada SK Bupati yang meminta para kades mengalokasikan dana desanya untuk pengadaan tanah tempat pembuangan sementara (TPS) di masing-masing wilayahnya pada Tahun 2020. Pemerintah desa juga melakukan pengadaan kendaraan roda tiga untuk memobilisasi sampah dari rumah penduduk ke TPS. Selain itu pembentukan bank-bank sampah, dan kelompok peduli sampah. “Kami berharap secara bertahap persoalan sampah ini dapat diatasi, sehingga Sumbawa ke depan bebas dari sampah,” ujarnya. (JEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *