Ketidakefektifan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sarana Penunjang Pembelajaran Siswa

oleh -495 Dilihat

Oleh : Nurlailatil Badri (Mahasiswa Semester VI Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar)

SUMBAWA BESAR, SR (26/6/2019)

Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana. Sehingga, dapat disimpukan bahwa pendidikan adalah sebuah proses mengajar dan diajar yang dilakukan oleh guru atau pendidik terhadap siswa atau peserta didik untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik agar dapat hidup layak dalam melangsungkan hidupnya.
Sejalan dengan pengertian di atas maka pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memperhatikan proses belajar siswa. Sekolah selaku tempat berlangsungnya proses pendidikan haruslah memperhatikan apa saja yang menjadi penunjang keberhasilnya siswa dalam proses pembelajaraan. Salah satunya yaitu keberadaan dari perpustakaan sekolah. Menurut Wikipedia, Perpustakaan sekolah merupakan semua perpustakaan yang ada atau diselenggarakan di sekolah, baik di sekolah dasarsekolah menengah pertamasekolah menengah atas sampai sekolah lanjutan seperti perguruan tinggi. Perpustakaan sekolah berguna untuk menunjang proses belajar baik itu siswa yang berada di sekolah dasar atau sekolah lanjutan .

Sebagian besar buku perpustakaan sekolah terdiri dari koleksi buku-buku pelajaran atau bacaan yang dapat menunjang proses pembelajaran. Tujuan adanya perpustakaan yaitu untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca. Namum pada kenyataannya keberadaan perpustakan sekolah tidak berjalan secara efektif. Hal ini bisa dilihat dari kurangnya minat siswa dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai ladang ilmu pegetahuan. Saat ini siswa lebih menyenangi dan mencari informasi mengenai tugas-tugas sekolah dengan menggunakan aplikasi android atau hp. Kenyataan ini tentulah akan membuat perpustakaan sekolah tidak berjalan  seperti yang diharapkan.

Seiring dengan alokasi dana sekolah yang diberikan pemerintah pusat tentu alokasi tersebut pula masuk alokasi dana pengadaan perpustakan sekolah. Untuk itu, setiap sekolah perlu memperhatikan bagaimana agar perpustakaan itu menjadi efektif dan diminati oleh siswa, sehingga dana yang diperuntukan untuk perpustakaan dapat terkelola dengan baik. Terkait mengenai ketidakkefektifan perpustakaan ini, dapat terjadi manakala seluruh stakeholder di dalam sekolah tersebut tidak bekerja sama untuk membanggun minat siswa dalam membaca.

Salah satu yang paling berperan penting dalam meningkatkan minat siswa ialah pustakawan. Pustakawan adalah seseorang yang bekerja di perpustakaan dan membantu siswa menemukan buku dan informasi lainnya. Pustakawan haruslah memberikan pelayanan yang berkualitas. Pelayanan yang berkualitas yaitu layanan yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan siswa. Pada pelayanan inilah berlangsungnya hubungan antara pustakawa dan siswa. Pelayanan yang berkualitas merupakan harapan bagi siswa. Dengan kualitas jasa layanan yang diberikan dapat mendorong pengguna untuk selalu memanfaatkan jasa perpustakaan.

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan pustakawan untuk meningkatkan minat baca siswa yaitu: pertama, seorang pustakawan haruslah bersikap ramah. Kedua, pustakawan dan guru bekerjasama dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai wadah untuk mencari informasi bagi tugas sekolah yang diberikan guru, contoh ketika seorang guru memberikan tugas, guru dan siswa membuat komitmen bahwa refrensi dari tugas tersebut harus dari perpustakaan sekolah. Ketiga, pustakawan sekolah harus;aj memiliki pengetahuan yang luas, misalnya ketika siswa mencari buku yang bekenaan dengan tugas sekolah seorang pustakawan dapat menunjuk secara tepat buku-buku yang dibutuhkan oleh siswa. Keempat, pustawakan harus bisa menata buku dengan rapi maupun  mengatur meja dan kursi dengan baik dan harus menjaga kebersihan didalam perpustakaan.

Harapan saya sebagai penulis, karena masih adanya ketidakefektifannya  perpustakaan di sekolah-sekolah, maka diperlukan seorang pustakawan yang memiliki jiwa kreatif sehingga dapat mengubah pepustakaan menjadi tempat yang nyaman bagi siswa. Selain itu seorang guru tidak semata-mata fokus menjadikan ruang kelas sebagai tempat belajar mengajar, tetapi guru haruslah sesekali mempergunakan pepustakaan sebagai tempat proses pembelajaran.  Dalam hal ini guru harus bekerja sama dengan pustakawan untuk mengefektifkan perpustakaan. Sedangkan seorang kepala sekolah haruslah mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan setiap guru mata pelajaran menggunakan perpustakaan sebagai ruang belajar. (*)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *