Wujudkan Perdamaian di Tengah Keberagaman Suku dan Agama

oleh -399 Dilihat

Dari Acara Forum Perdamaian Desa

SUMBAWA BESAR, SR (29/3/2019)

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia menggelar Forum Perdamaian Desa, Jum’at (29/3). Kegiatan yang dilaksanakan di di Aula Hotel Transit Sumbawa Besar ini, dihadiri Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendes PDTT RI, Sekda Sumbawa,  Dandim 1607 Sumbawa, dan Kapolres Sumbawa diwakili Kasat Binmas.

Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Daerah Sumbawa Drs. H. Rasyidi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Desa dan PDTT yang telah berkolaborasi dengan Pemkab Sumbawa atas penyelenggaraan kegiatan forum perdamaian desa yang sangat bermanfaat ini. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memfasilitasi desa dalam mewujudkan lembaga kemasyarakatan desa yang kuat melalui pengarusutamaan perdamaian pada pembangunan desa. Dengan mengoptimalkan kemandirian pemerintah desa dan masyarakat desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, Bupati berharap Kemendes dan PDTT dapat sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang lebih besar yang berkaitan dengan penguatan pranata-pranata desa di Kabupaten Sumbawa.

Terkait pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 semakin dekat, Bupati menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk sanggup menjaga dan memelihara keutuhan NKRI, sanggup menjaga kebhinnekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak akan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang ingin memecahbelah persatuan dan kesatuan. Selain itu sanggup menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban dalam masyarakat di Kabupaten Sumbawa, serta senantiasa menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendes PDTT RI, Hasrul Edyar, S.Sos., M.AP mengapresiasi kiprah Kabupaten Sumbawa dalam mewujudkan perdamaian di tengah keberagaman suku, dan agama. “Luar biasa tanggapan dan respon Pemkab Sumbawa beserta seluruh unsur Forkopimda, semoga menjadi pemicu semangat untuk menjadikan Kabupaten Sumbawa sebagai contoh barometer untuk terwujudnya perdamaian di Indonesia, agar negara kita semakin maju dan damai di masa yang akan datang, dan semangat Sumbawa akan kami bawa di seluruh pelosok Indonesia,” ucapnya, seraya berharap para kader dan seluruh peserta dapat menjadi pioner dan penyejuk serta berdiri di gardu terdepan untuk menciptakan kondusifitas di Kabupaten Sumbawa.

Sebelumnya, panitia pelaksana kegiatan Ir. Sukandar, MM melaporkan maksud kegiatan forum perdamaian desa adalah untuk memfasilitasi desa dalam mengoptimalkan lembaga kemasyarakatan desa untuk penanganan konflik sosial, yang bertujuan untuk melakukan fasilitasi peningkatan kapasitas masyarakat desa dan lembaga kemasyarakatan desa dalam penanganan konflik sosial melalui suatu forum perdamaian dimana penyelesian konflik dilakukan dengan pendekatan adat dan social serta pengambilan kebijakan atau keputusan melibatkan berbagai unsure masyarakat melalui musyawarah mufakat. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 28–29 Maret 2019 tersebut diikuti 30 orang peserta yang terdiri dari kepala desa, unsur-unsur kecamatan dan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Untuk diketahui Forum Perdamaian Desa ini menghadirkan Dandim dan Kapolres Sumbawa sebagai narasumber. Dandim 1607 Sumbawa, Letkol. Inf. Syamsul Huda, SE., M.Sc memaparkan tentang peran dan unsur TNI Angkatan Darat dalam hal ini Kodim 1607 dalam rangka antisipasi dan penanganan konflik sosial di Kabupaten Sumbawa, tugas-tugas pembinaan teritorial, potensi konflik sosial, kemampuan Kodim 1607 Sumbawa, dan optimalisasi peran Kodim 1607 Sumbawa dalam tahap pra konflik sosial. Sebagai bentuk peran serta Kodim 1606 Sumbawa dalam upaya menciptakan Sumbawa yang damai, tertib dan aman, Dandim mengajak seluruh peserta dapat menjadi oase atau penyejuk khususnya dalam menghadapi pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang.

Kapolres Sumbawa melalui Kasat Binmas Polres Sumbawa AKP Djoko RS. Gatot memaparkan tentang pengertian dan tahapan penanganan konflik sosial yang dilaksanakan yaitu pencegahan, penghentian dan pemulihan.

Acara dilanjutkan dengan saling bertukar kenang-kenangan berupa plakat dari Kementerian dan Pemkab. Sumbawa. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *