SUMBAWA BESAR, SR (10/3/2019)
Satu lagi destinasi di Kabupaten Sumbawa yang bakal menjadi daya tarik wisatawan. Adalah Sedekah Ponan yang setiap tahun rutin digelar di Bukit Ponan oleh masyarakat tiga dusun (Malili, Bekat dan Lengas) Kecamatan Moyo Hilir. Hal inilah yang memantik perhatian Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc untuk memplot ritual adat tersebut sebagai destinasi halal (halal destination). “Di Ponan ini ada tempat ibadah yang bagus dan tempat berdzikir yang baru, ini bisa menjadi pelopor halal destination di Kabupaten Sumbawa,” kata Gubernur yang hadir bersama Wakil Bupati Sumbawa dan beberapa pejabat lainnya pada acara Sedekah Ponan di Bukit Ponan Kecamatan Moyo Hilir, Minggu (10/3).
Dr. Zul—akrab Gubernur disapa mengaku baru pertama kali hadir di Sedekah Ponan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun ini. Ia melihat ritual Ponan yang di lokasi itu ada kuburan keramat “Haji Batu” mengingatkannya pada satu kota yang bernama Toraja. Banyak orang yang berkunjung disana karena ingin melihat kuburan. Setelah orang datang ke sana, hampir dipastikan mereka tidak akan kembali lagi ke Toraja. “Jadi di sana banyak orang penasaran mau lihat Toraja ini karena kuburan, tapi setelah ia pergi tidak kembali lagi. Mudah-mudahan di tempat ini (Bukit Ponan) tidak begitu. Saya kira akan begitu kalau yang kita jual hanya kuburan dan tahlilnya,” ujar Gubernur.
Karena itu diperlukan modifikasi. Sebab generasi yang muda sekarang ini adalah generasi yang berbeda. Mereka lebih cenderung datang ke lokasi untuk bisa berselfie ria (swafoto). Untuk itu lokasi Ponan ini bisa dikemas menjadi suatu event yang sangat menarik. Kalau Ponan mau pengunjung tetap banyak maka satu atau dua tahun kedepan harus menyediakan tempat buat anak-anak muda. Tanpa tempat ini, mereka hanya datang sekali setahun untuk menikmati jajanan di sedekah Ponan itu, dan tidak kembali pada hari-hari dimana tidak ada Sedekah Ponan. “Tapi kalau kita mau membuat tempat selfie yang bagus, didukung dengan hamparan sawah yang menakjubkan, Insyaa Allah bukan hanya Bulan Maret ini saja, tapi setiap bulan mereka akan datang ke sini,” ujar Gubernur.
Nantinya di tengah-tengah hamparan sawah hijau ini dibuat seperti pagar dan dibangun jembatan untuk berjalan, sehingga dapat juga dijadikan tempat berselfi. Setelah berselfi anak-anak muda ini bisa melaksanakan ibadah di tempat tersebut. Untuk mendukung hal ini, Gubernur menyatakan, Pemerintah Provinsi siap mengalokasikan anggarannya. Apalagi pemerintah memiliki insentif untuk desa wisata. “Jadi Ponan tidak hanya menggetarkan NTB dan Indonesia tapi juga dunia,” cetusnya. (JEN/SR)






