Safari Demokrasi, Bupati Ingatkan Masyarakat Tidak Terpengaruh Berita Hoax

oleh -476 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (25/3/2019)

Setelah Kecamatan Alas, Safari Demokrasi Pemilu Damai 2019 yang mengangkat tema “Wujudkan pemilu damai, harmoni, berkualitas, hebat dan bermartabat di Kabupaten Sumbawa”, kembali digelar di Kecamatan Rhee, Labuhan Badas, Unter Iwes dan Batu Lanteh, Minggu (24/3).

Dalam silaturrahmi Pimpinan Daerah hari kedua tersebut, Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, B.Sc menekankan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh terhadap berita hoax (berita bohong) yang banyak disebarkan melalui media sosial. “Jangan mudah percaya berita hoax yang banyak beredar di media sosial, apalagi yang bersifat fitnah dan provokasi. Jangan langsung ditanggapi, harus dicek dulu kebenarannya,” katanya mengingatkan.

Terkait pemilihan Presiden, Bupati menghimbau untuk memilih Presiden yang benar-benar bertanggung jawab dan berintegritas serta dapat mensejahterakan rakyat, tentunya dengan melihat track recordnya. Bupati juga menghimbau kepada seluruh kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjadi pioner di tengah masyarakat, dan tetap menjaga dan mengawal masjid, langgar, surau agar bebas dari Kampanye. Karena masjid adalah tempat beribadah bukan tempat berpolitik. Kepada Camat diminta untuk menggelar do’a bersama pada Hari Rabu 17 April 2019, demi keberhasilan dan kesuksesan pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2019.

Senada dengan Bupati Sumbawa, Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio, S.IK.,MH juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencegah penyebaran berita-berita hoax yang marak dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di media sosial. Mengingat pemilu erat kaitannya dengan kamtibmas, Kapolres mengajak seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh komponen masyarakat mulai dari kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, juga kaum millennial untuk bersama-sama menjalin sinergitas guna mewujudkan keamanan dan kelancaran Pemilu 2019. Disampaikan program dan kegiatan Polres Sumbawa yang sudah berjalan, yang dihajatkan untuk menemukan dan mengatasi serta menetralisir potensi kerawanan yang terjadi di masyarakat agar tidak berkembang dan mengganggu penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, antara lain kegiatan magrib keliling ke masjid-masjid bagi umat Islam, purnama keliling untuk umat Hindu, dan minggu keliling bagi umat Kristiani.

Sementara itu, Ketua Bawaslu dalam sambutannya yang diwakili Lukman Hakim, SP.,M.Si menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghindari money politik karena pemberi dan penerima bila terbukti melakukan politik uang dikenakan sanksi pidana selama 6 bulan kurungan dan denda sebesar 12 juta rupiah. Kepada para ASN diminta agar tetap menjaga netralitasnya dalam pemilu Presiden dan Legislatif 2019.

Sebelumnya Ketua KPU Kabupaten Sumbawa Muhammad Wildan, M.Pd mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas. Terkait hal-hal tekhnis, dijelaskan bahwa dalam Pemilu 2019 atau pemilu serentak, masyarakat akan mencoblos lima kertas suara. Adapun lima warna kertas yang akan dicoblos pada saat Pemilu 2019 antara lain, DPRD kabupaten/kota warna hijau, DPRD Provinsi warna biru, DPR RI warna kuning, DPD RI warna merah, dan Presiden-Wakil Presiden warna abu-abu. Desain surat suara untuk memilih DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, tidak ada foto, hanya ada nama calon legislatif, sedangkan untuk kertas suara DPD RI dan Pilpres pada pemilu 2019 dilengkapi foto dan nama. Dijelaskan juga cara untuk mencoblos pada kertas suara untuk DPD RI adalah dengan mencoblos satu kali pada nomor, nama, atau foto calon untuk Pemilu anggota DPD. Sedangkan, kertas suara Presiden-Wakil Presiden dicoblos satu kali pada nomor, nama, foto pasangan calon, atau tanda gambar partai politik pengusung dalam satu kotak pada surat suara. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *