SUMBAWA BESAR, SR (28/3/2019)
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumbawa menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) se-Pulau Sumbawa yang dirangkaikan dengan Dialog Kebangsaan, Rabu (27/3) lalu. Bertempat di Aula Loka Latihan Kerja Kecamatan Badas, acara yang diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Ketua Ikatan Keluarga PMII Sumbawa, dan Ketua Cabang PMII Sumbawa.
Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Lalu Suharmadji, ST.,MT saat membuka acara itu menyatakan bahwa PMII sebagai organisasi dari kaum muda Islam terdidik, harus senantiasa memegang teguh prinsip independensi, sebagai sifat organisasi yang secara etis merupakan karakter dan kepribadian kader PMII. Sifat independen itu sesungguhnya merupakan sifat sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Fitrah yang secara kodrati menjunjung tinggi kebenaran. Implementasi dari sifat independen itu tentunya harus terwujud dalam bentuk pola pikir, prilaku, dan kiprah dalam kehidupan bermasyarakat. Terkait akan digelarnya pesta demokrasi Pilpres dan pileg 17 April 2019 mendatang, Bupati mengajak PMII sebagai organisasi kaum millenial agar memahami secara bijak faktor pengganggu dalam pesta demokrasi, seperti hoax (berita palsu) dan juga hate speech (ujaran kebencian). PMII dapat turut serta memerangi hoax dan hate speech dengan memberikan informasi yang benar dan bertanggung jawab sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Memerangi hoax dan hate speech serta menjaga kondusifitas daerah bukan semata tugas aparat kepolisian, melainkan semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. “Kita semua berkewajiban mensosialisasikan kepada masyarakat bahaya hoax dan hate speech serta ancaman pidananya, agar kita semua tidak menjadi korban, terutama di era digital seperti saat ini,” ujarnya.
Bupati berharap sebagai organisasi Islam terpelajar, PMII mampu membangun citra Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, dan harus mampu memberikan teladan, bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian dan kasih sayang. Islam adalah agama yang toleran sebagai cerminan dari rahmat bagi semesta alam. Pemahaman ini tentunya harus diimplementasikan dalam setiap sikap dan tindakan yang dilakukan oleh para kader PMII, dan dapat ditransformasikan kepada masyarakat pada umumnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga PMII Sumbawa H. Ilham Mustami, S.Ag menyampaikan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi PMII bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi ahlussunnah wal jama’ah.
Kegiatan yang mengangkat tema “meneguhkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan dalam nafas warga pergerakan yang akan dirangkaikan dengan dialog kebangsaan tersebut, akan digelar selama 4 hari ke depan, mulai dari tanggal 27 hingga 31 Maret 2019 tersebut lebih difokuskan pada penyampaikan materi, pokok fikiran, dan memberi wadah serta tempat bagi kader PMII untuk mengabdi, mengisi sisi-sisi kehidupan dengan keahlian dan orientasi masing-masing aktivitas antara lain aktivitas sektor intelektual dan ilmiah, sektor politik, dan sektor bisnis.
Sebelumnya, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumbawa Erwin Suwandi, S.Pt melaporkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada seluruh kader tentang bagaimana hidup berorganisasi, bermasyarakat dan bernegara. Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 orang anggota dari masing-masing perwakilan cabang Kabupaten Sumbawa, Kabupaten
Bima, Dompu, dan Sumbawa Barat. Diharapkan peserta yang telah ditempa dan dibina nantinya akan menjadi seseorang yang mampu membawa perubahan di daerahnya masing-masing, sehingga keberadaan PMII untuk Pulau Sumbawa, dan Pulau Sumbawa untuk Indonesia. (SR)






