Bendung Brang Rures Utan Jebol, Petani Terancam Gagal Panen

oleh -486 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPR KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (5/3/2019)

Banjir bandang yang terjadi di wilayah Kecamatan Utan dan sekitarnya, Selasa (4/3) sore kemarin, menyebabkan Bendung Brang Rures, jebol. Bagian sayapnya tergerus air bah. Kondisi ini membuat para petani setempat khawatir terhadap nasib tanaman padinya yang baru ditanam. Sebab dapat menyebabkan gagal panen. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sumbawa menerjunkan tim untuk mengidentifikasi kerusakan, Rabu (5/3). Tim tiba di lokasi Rabu (5/3).

Sekretaris sekaligus Plt Kadis PUPR Sumbawa, Ir. Armawan Jaya yang ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi jebolnya Bendung Brang Rures Kecamatan Utan dari lporan Camat dan UPT-nya di wilayah tersebut. Salah satu bagian sayap bendung itu tergerus air dan kondisinya cukup serius karena bisa mengancam terjadinya gagal panen. “Saat kejadian tim kami sudah turun ke lokasi, tapi karena sungai masih meluap, identifikasi dilakukan tadi pagi,” kata Armawan.

Sebenarnya ungkap Armawan, bagian sayap bendung ini sudah jebol diterjang banjir yang terjadi tahun lalu. Tapi kondisinya tidak terlalu parah sehingga dilakukan gotong royong dan bisa teratasi. Untuk penanganan lebih lanjut, Dinas PUPR menganggarkan dana rehab sebesar Rp 195 juta. Rehab yang akan dikerjakan secara swakelola ini akan dilaksanakan pada Tahun 2019 ini. Belum sempat dikerjakan, secara tak terduga banjir kembali datang menerjang. Akibatnya bagian sayap yang sama kembali jebol. Kali ini lebih parah dari sebelumnya. Untuk penanganan dalam bentuk rehab, Armawan Jaya mengaku masih menunggu kondisi cuaca membaik. Jika dipaksakan dilaksanakan saat ini maka hasilnya akan sia-sia mengingat besarnya resiko pekerjaan di dalam sungai. “Jadi kita harus menunggu kondisi cuaca membaik agar hasil yang didapat maksimal,” ujarnya.

Meski demikian sebelum dikerjakan, Armawan berharap ada penanganan sederhana untuk menyelamatkan padi petani akibat bendung yang jebol. “Kita akan koordinasikan bagaimana melakukan penanganan sederhana. Kita tunggu tim kembali dari lapangan baru kita bahas secara teknis,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *