OJK Minta Bank Beri Keringanan Korban Kebakaran Pasar Seketeng

oleh -626 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (31/1/2019)

Masalah yang dihadapi para pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Seketeng, seperti tak berujung. Selain mengalami kerugian cukup besar akibat lapak dan tokonya habis dilalap api, belum lagi direcoki dengan proses relokasi, kini mereka dihadapkan dengan persoalan baru. Adalah kewajiban mereka membayar pinjaman bank. Dalam kondisi terpuruk tersebut, tentu para korban ini belum memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran tunggakan. Apalagi tidak ada jaminan kelanjutan usaha mereka.

Karena itu para pedagang berharap pihak bank dapat memberikan keringanan. Harapan para pedagang ini direspon positif Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui OJK Perwakilan NTB, seluruh lembaga perbankan yang berkaitan dengan para pedagang tersebut dikumpulkan. Pertemuan yang dipusatkan di Aula Rumah Makan Goa Kabupaten Sumbawa ini dihadiri para pimpinan Bank dan lembaga keuangan lainnya. Yaitu BNI, BRI, Danamon, Bank NTB Syariah, PT BPR NTB, Bank Samawa Kencana (BSK), dan Pegadaian. Ikut dihadirkan perwakilan pedagang yang menjadi korban kebakaran. Pertemuan ini dipandu langsung Kepala OJK NTB, Farid Faletehan.

Dalam kesempatan Made Artawa—pedagang yang menjadi nasabah bank BNI mengaku tiga kiosnya di Pasar Seketeng hangus terbakar. Akibatnya modal usahanya ludes. Jika dalam bulan ini dia diminta untuk membayar angsuran dipastikan tidak bisa dipenuhi. “Kami sudah tidak memiliki kemampuan karena untuk buka usaha lagi di tempat lain, tidak ada. Kami mohon agar pihak bank memahami kondisi ini dengan memberikan kami keringanan dalam pembayarn pinjaman,” ujarnya lirih.

Hal senada diungkapkan Budi—pedagang lain yang menjadi nasabah BRI. Ia menyatakan tetap bertanggungjawab atas kewajibannya membayar pinjaman. Namun dia berharap diberikan keringanan terkait waktu penundaan pembayaran maupun keringanan angsuran. “Kami belum mulai menjalankan usaha pasca kebakaran karena masih melakukan pembersihan lokasi,” akunya.

Sementara pedagang lainnya menyinggung soal asuransi. Mereka meminta OJK dapat membantu mempercepat proses pencairan asuransi sebagai solusi untuk membayar tunggakan pinjaman bank maupun modal usaha.

Terhadap permintaan para pedagang ini, Kepala OJK Farid Faletehan meminta lembaga perbankan untuk membantu para nasabah terutama korban kebakaran di Pasar Seketeng. “Saya pastikan ada kebijakan dari pihak bank untuk memberikan keringanan kepada para nasabah yang tertimpa musibah. Silahkan nasabah dan pihak bank melakukan komunikasi. Saya yakin ada solusi,” kata Farid.

Keyakinan ini ungkap Farid, karena informasi dari pihak bank, para nasabah tersebut memiliki predikat bagus. Tentunya ia sangat prihatin dengan kondisi para pedagang. Bahkan dia kaget sebab jumlah pedagang terutama para nasabah yang menjadi korban kebakaran cukup banyak. Inilah yang mendorong OJK turun tangan menangani masalah tersebut.

Sejumlah pimpinan bank di Kabupaten Sumbawa memberikan tanggapan positif. Misalnya Pimpinan BRI Sumbawa, Raden Pandu Bagja Sumawijaya mengakui banyak nasabahnya yang menjadi korban kebakaran di Pasar Seketeng. Untuk memberikan kebijakan, tidak dilakukan secara general melainkan individu. Sebab masing-masing nasabah memiliki tingkat persoalan yang berbeda-beda, termasuk jenis bantuan yang akan diberikan. Seperti kredit mikro, bisa dikomunikasikan dan diselesaikan di Kantor Cabang Sumbawa. Namun yang lain harus dilaporkan atau dilanjutkan ke kantor wilayah.

Pimpinan Bank NTB Syariah, Abdul Hafith juga memberikan solusi dalam menyikapi persoalan nasabahnya. Menurutnya ada beberapa alternatif. Misalnya perpanjangan jangka waktu penundaan pembayaran dengan jangka waktu tertentu atau penambahan jangka waktu kredit, dan memperkecil angsuran. ‘’Intinya kami akan melakukan restrukturisasi kredit terhadap nasabah. Kami tetap membuka ruang komunikasi dengan para nasabah untuk mendapatkan solusi terbaik,’’ imbuhnya.

Selanjutnya Perwakilan dari PD BPR NTB Sumbawa, Kahar yang didampingi Dewan Pengawasnya, Syarif Musta’an. Ia memastikan akan ada solusi dalam menyikapi persoalan nasabahnya yang menjadi korban kebakaran Pasar Seketeng. Kuncinya adalah komunikasi dan kerjasama. (JEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *