dr. Dede: Februari Tender, Maret Bangun Fisik
SUMBAWA BESAR, SR (15/1/2019)
Setelah menyoroti masalah infrastruktur jalan, Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Sumbawa, H Asaat Abdullah ST juga menyentil soal proses pembangunan RSUD Sumbawa di lokasi relokasi Dusun Sering, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis. Haji Saat—akrab politisi mantan birokrasi ini kepada SAMAWAREA, Selasa (15/1), mengaku khawatir pengurukan lahan pembangunan RSUD yang tuntas akhir 2018 kemarin, merupakan yang pertama dan terakhir kalinya. Lahan hanya ditimbun dan tidak jelas kelanjutannya. Sebab menurut informasi yang diterimanya sumber dana bagi pembangunan rumah sakit itu sangat minim. Dana Rp 98 miliar yang kerap didengungkan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa sebagai bantuan pusat melalui Kementerian Kesehatan, ternyata tidak ada. “Ini yang saya khawatirkan, proses pembangunan RSUD Sumbawa hanya tertahan pada proyek urugan lahan saja. Semoga ini tidak benar, kami harap Pemda lebih gesit dan kongkrit untuk melakukan lobi-lobi agar apa yang disuarakan sesuai kenyataan di lapangan,” ujarnya.
Di bagian lain Haji Saat juga menyoroti sosialisasi terkait AMDAL yang tidak terbuka. Harusnya saat sosialisasi, Pemda mengundang para tokoh seperti Drs. H. Jamaluddin Malik, Drs. H. Latief Majid, Dr. Ir. H. Kaharuddin Karim, Ir. H Badrul Munir dan tokoh berkompeten lainnya. Tiba-tiba sudah ada dokumen tanpa diketahui kapan sosialisasi dilakukan. Idealnya sosialisasi itu harus diketahui dan menyasar elemen masyarakat.
Menanggapi kritikan itu, Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri membantah jika tidak ada kegiatan pembangunan setelah proyek urugan di lokasi relokasi RSUD Sumbawa. Pasalnya Februari mendatang akan dilakukan tender bagi pembangunan IGD dan bangunan lain di sampingnya. Selanjutnya Bulan Maret, pembangunan fisik ini sudah mulai dilaksanakan. “Jadi tidak benar proyek hanya sampai pengurukan tanah saja. Februari nanti dilakukan tender, lanjut Maret eksen,” tegasnya.
Untuk anggarannya, dr. Dede mengaku sudah ada. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 22,5 Miliar. Dari jumlah ini, Rp 15,5 M dialokasikan untuk pembangunan IGD. Sisanya Rp 6 Miliar untuk pengadaan alat-alat kesehatan. Selain itu APBD Sumbawa mengalokasikan dana Rp 20 miliar. Dana ini untuk membiayai pembangunan gedung lainnya.
Terkait dengan informasi dana pusat senilai Rp 98 miliar sebagaimana yang disebutkan Ketua Nasdem Sumbawa, dr. Dede mengaku tidak mengetahui darimana informasi tersebut diperoleh. Pihaknya sempat mengusulkan anggaran Rp 78 miliar ke Kementerian Kesehatan dalam mendukung pembangunan RSUD Sumbawa. Usulan ini sebenarnya sudah mendapat lampu hijau dan tercatat dalam long list Kemenkes. Namun kenyataannya yang dialokasikan sebesar Rp 22,5 miliar.
Untuk diketahui juga dari seluruh Indonesia, hanya 4 daerah yang diperbolehkan merelokasi rumah sakitnya. Salah satunya Kabupaten Sumbawa karena sudah dinilai Tim Kementerian Kesehatan. (JEN/SR)






