SUMBAWA BESAR, SR (22/1/2019)
Kabupaten Sumbawa memasuki usia ke-60 tahun. Banyak prestasi dan keberhasilan yang dicapai terutama pada masa pemerintahan Husni—Mo (HM Husni Djibril B.Sc—Drs. H. Mahmud Abdullah) yang sudah berjalan selama tiga tahun sejak dilantik Tahun 2016. Capaian tersebut dibeberkan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril saat menjadi inspektur upacara Peringatan HUT Kabupaten Sumbawa ke-60. Hadir dalam kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Ir. Lukman Hakim M.Sc, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd, Anggota DPR RI HM Syafrudin ST, Wakil Bupati Sumbawa, Sekda Sumbawa, Wakil Bupati KSB, Wakil Bupati Lombok Utara, anggota Forkopimda, anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua GOW Kabupaten, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Mengawali sambutannya, Bupati mengaku bangga hadirnya masyarakat beragam etnis dengan pakaian adatnya masing-masing dalam menyemarakkan HUT Kabupaten Sumbawa ini. Gambaran itu sebagai bukti bahwa Kabupaten Sumbawa adalah miniatur Indonesia. “Inilah wujud prinsip kita, bahwa kita bisa bersatu dalam kemajemukan tanpa harus menyeragamkan kemajemukan yang ada. Inilah esensi dari falsafah hidup Tau Samawa yang tercermin dalam lawas”mana tau barang kayu, lamin to sanyaman ate, ba nan si sanak parana” (Meskipun warga pendatang, jika bisa menyenangkan hati, maka dia adalah saudara). Lawas ini menyiratkan makna yang sangat dalam, bahwa masyarakat Sumbawa sesungguhnya adalah masyarakat yang sangat toleran, dapat hidup rukun dengan etnis manapun yang mampu menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya Tau Samawa. Itulah sebabnya, meskipun ada beragam etnis di Kabupaten Sumbawa, namun suasana damai, harmonis, dan kondusif tetap terpelihara dengan baik di daerah ini. Hal ini penting disampaikan Bupati mengingat tahun ini adalah tahun politik. “Pesan singkat saya, jangan karena ada perbedaan politik, lantas rasa persaudaraan dan tatanan sosial yang telah terjalin demikian harmonis menjadi tercederai bahkan hancur berantakan,” ujarnya.
Terkait dengan pembangunan, Bupati menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah bekerja keras, mewujudkan pemerataan pembangunan di segala bidang serta penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih, melayani, dan berpihak kepada rakyat. Harapan ini bukan sekedar untaian kata-kata indah, tetapi telah menjadi ruh dalam setiap gerak langkah dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah ini. Sejalan dengan tema peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa ke-60 yaitu “Dengan Semangat Gotong Royong Kita Wujudkan Sumbawa Hebat Bermartabat”, maka kerjasama yang sinergis, koordinatif dan mutualistik antar seluruh komponen menjadi syarat mutlak terwujudnya Sumbawa yang hebat dan bermartabat. “Alhamdulillah kami merasa sangat bersyukur, bahwa geliat hebat dan bermartabat itu kini sudah sangat terasa,” cetusnya.
Bupati sangat mengapresiasi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang selama ini telah bekerja keras dan membangun sinergi yang kuat, sehingga Kabupaten Sumbawa berhasil meraih berbagai capaian positif. Memasuki tahun keempat pemerintahan Husni-Mo, sudah banyak kemajuan yang dicapai, yang perlu terus diawasi, dievaluasi dan dibenahi agar ke depan menjadi lebih baik. Dalam hal pengelolaan keuangan daerah, enam kali secara berturut-turut, laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Artinya, setiap rupiah uang rakyat yang tertuang dalam APBD Kabupaten Sumbawa telah digunakan sesuai dengan tanggung jawab, aturan yang berlaku serta dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari pondasi kuat yang telah diletakkan oleh pemimpin daerah sebelumnya yaitu Drs. H. Jamaluddin Malik bersama Drs. H. Arasy Muhkan, yang telah mengawali tiga kali berturut turut predikat WTP. Dalam hal kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, berdasarkan laporan hasil evaluasi Inspektorat Provinsi NTB terhadap LPPD Kabupaten Sumbawa Tahun 2017 Tahun Anggaran 2018,
kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Sumbawa menduduki peringkat terbaik dari 10 kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat. Begitu juga dari aspek akuntabilitas kinerja pemerintah, berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa berhasil memperoleh upgrading nilai, dari predikat CC pada tahun 2016 dan 2017, menjadi predikat B pada Tahun 2018.
Dalam bidang transportasi, berkat kerjasama yang sinergis dengan pemerintah pusat, terminal baru Bandara Sultan Kaharuddin III telah dioperasikan. Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan lahan untuk penambahan panjang run way agar bisa didarati oleh pesawat yang lebih besar. Selain itu, pemerintah daerah juga terus berikhtiar mewujudkan pembangunan Pelabuhan Teluk Santong yang didamba-dambakan terutama oleh masyarakat di wilayah timur Kabupaten Sumbawa. Pelabuhan ini direncanakan memiliki kapasitas lebih besar dari Pelabuhan Badas, yang saat ini merupakan satu-satunya pelabuhan bongkar muat di Kabupaten Sumbawa. “Insya Allah, keberadaan Pelabuhan Teluk Santong ini nantinya akan mampu melayani masyarakat di wilayah timur Kabupaten Sumbawa, termasuk Kabupaten Bima dan Dompu,” imbuhnya.
Demikian dengan infrastruktur jalan terus meningkat setiap tahunnya yang kini telah mencapai 66,43%. Pihaknya juga telah mulai membangun Bendungan Beringin Sila yang ditandai dengan ground breaking oleh Gubernur NTB, Senin (21/1) kemarin. Selanjutnya dalam bidang kesehatan, pemerintah daerah terus melanjutkan program revitalisasi puskesmas sehingga semakin banyak puskesmas yang terakreditasi. Relokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa yang diinisiasi sejak lama juga akan segera terealisasi. Dalam bidang pendidikan, pemerintah daerah juga terus berikhtiar maksimal mewujudkan pemerataan dan perluasan akses pendidikan, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, termasuk meningkatkan mutu pembelajaran, kualifikasi dan kompetensi para guru. Berbagai program kemitraan dengan lembaga-lembaga yang concern di bidang pendidikan terus terjalin. Tak heran jika para guru dan siswa-siswa seringkali mengukir prestasi gemilang baik di tingkat regional maupun nasional.
Dalam bidang ekonomi, terus melanjutkan program revitalisasi pasar untuk menghadirkan pasar rakyat yang lebih representatif sebagai sentra pengembangan ekonomi kerakyatan. Sebut saja Pasar Brang Bara, Pasar Langam, Pasar Labuhan Sumbawa dan Pasar Utan yang pada tahun 2017 lalu telah dirampungkan pembangunannya. Pada tahun 2019 ini, pihaknya juga akan merealisasikan revitalisasi Pasar Seketeng secara keseluruhan dengan total anggaran mencapai Rp 58 milyar. Untuk mendukung upaya pengembangan ekonomi kerakyatan, pihaknya telah mendirikan 101 BUMDes yang diharapkan dapat merangsang geliat perekonomian masyarakat desa. Melalui BUMDes pula disalurkan Kredit Sahabat (Krabat) tanpa bunga kepada para petani miskin sebagai upaya pemerintah daerah untuk melindungi petani yang mengalami kesulitan permodalan dari jeratan rentenir. “Alhamdulillah sebanyak 20 milyar Kredit Sahabat yang telah disalurkan disambut antusias oleh masyarakat, bahkan kredit tersebut mengalami perputaran yang cukup baik, sehingga sangat membantu para petani kita untuk dapat terus berproduksi,” jelasnya.
Di bidang pertanian, kemajuan juga begitu terasa. Produksi padi terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga daerah Sumbawa dapat menopang ketahanan pangan secara nasional. Selain padi, tanaman jagung juga menjadi komoditas unggulan yang terus dikembangkan, bahkan saat ini menargetkan produksi jagung satu juta ton per tahun untuk mendukung swasembada jagung Nasional. “Kami juga telah mencanangkan gerakan masyarakat Agribisnis Jagung Integrasi Sapi (Gema Jipi) sebagai salah satu program untuk mengintensifkan produksi jagung dan juga ternak Sapi.
Dalam hal pengelolaan keuangan desa, Bupati mengaku sangat bersyukur bahwa dengan support dana desa, alokasi dana desa dan juga BHPRD, desa-desa di Kabupaten Sumbawa sudah mampu menunjukkan daya saing dan kemandiriannya. Desa-desa yang tadinya tertinggal, kini dapat melenggang dengan percaya diri menjelma menjadi desa berkembang bahkan desa mandiri. Sebut saja Desa Mamak Kecamatan Lopok yang berhasil meraih juara 1 tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 dalam hal pengelolaan keuangan desa. Kemudian tahun 2018, Desa Songkar Kecamatan Moyo Utara juga berhasil meraih juara 1 tingkat Provinsi NTB dalam pengelolaan keuangan desa terutama terkait prioritas penggunaan dana desa dan keberpihakan pemerintah desa dalam pengembangan BUMDes. Selain itu, beberapa desa juga cukup optimal memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan desa wisata seperti Wisata Kampung Pelangi Desa Ai Mual Kecamatan Lantung, Agrowisata Desa Lantung Kecamatan Lantung, Ekowisata Desa Batudulang Kecamatan Batulanteh, Wisata Mangrove Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, Wisata Lima Langkah Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir yang saat ini tengah viral di media-media sosial. “Berbagai capaian yang saya paparkan tersebut, tentu saja merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kami tidak segan-segan memberikan apresiasi, memberikan reward terhadap kerja nyata dan kerja cerdas para aparatur pemerintah,” tandasnya.
Terhadap realisasi penerimaan PBB-P2 misalnya, Pemda memberikan hadiah umroh bagi para Camat, kepala desa dan bendahara kecamatan penerima PBB-P2, yang berkinerja baik serta mampu memenuhi atau bahkan melampaui target penerimaan PBB-P2 di wilayahnya masing-masing. “Inilah salah satu bentuk ikhtiar kami untuk memotivasi para aparatur pemerintah untuk terus bekerja, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.
Bupati berharap seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sumbawa terus mempertahankan semangat kebersamaan dan memelihara suasana kondusif di daerah ini, demi suksesnya pembangunan daerah di berbagai bidang. (JEN/SR)






