Hadirkan Industri Peternakan Ayam di Sumbawa, Gubernur Gandeng PT SGP

oleh -747 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (24/1/2019)

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc menegaskan komitmennya bersama Wakil Gubernur untuk menghadirkan banyak industri di NTB. Tiada lain demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen itu disampaikan Gubernur saat melakukan kunjungan Kerja ke Kabupaten Sumbawa, Rabu (23/1/2019). Beberapa kegiatan yang dilakukan pada kesempatan kunjungan kerja kali ini di antaranya, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Samawa Farm dan Penyerahan Bantuan Alat Berat Kepada Akademi Komunitas Olat Maras Sumbawa di Kampus Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Gubernur yang pernah menjabat Anggota DPR RI tiga periode ini menjelaskan kehadiran industri harus didukung oleh rasa aman bagi para investor. Gubernur yang juga Ketua Yayasan Dea Mas Sumbawa itu menjelaskan kalau para investor banyak menghadirkan industri di NTB, anak anak NTB tidak menjadi penonton. “Kalau banyak proyek besar yang akan hadir kita tidak lagi menjadi penonton. Malah banyak mendapatkan pekerjaan. Kalau ada pekerjaan, maka anak akan terjamin masa depannya, pendidikan dan kesehatannya,” tegas Gubernur

Gubernur Doktor Zul juga menjelaskan perlunya keberanian untuk melakukan hal-hal besar. Serta tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh. Namun berani berbuat sesuatu untuk masa depan. Doktor Zul yakin, dengan hadirnya industri, para investor lain semakin banyak lagi yang menanam saham di NTB. “Cara berfikir harus berubah,” ungkap Doktor Zul di Kampus yang memiliki motto “Grooming the Future Leaders” itu.

Sementara itu, Komisaris PT. Samawa Gemilang Perkasa (PERKASA GRUP), yang menghadirkan industri peternakan ayam di UTS itu menjelaskan cita-cita besarnya di NTB. Yaitu menjadi bagian kemandirian bangsa yang dimulai dari NTB. “Inilah yang menjadikan target kami, yaitu swasembada telur 5 tahun akan datang,” ungkapnya.

Pengusaha ini memberikan contoh peternakan ayam di Sulawesi Selatan. Menurutnya, di sana banyak sekali masyarakat yang berternak ayam. Meski sedikit namun kepemilikannya masif. Karena itu, ia berharap program tersebut dapat dicontoh oleh masyarakat NTB. Sehingga, dengan berternak ayam yang menghasilkan ribuan butir telur ayam dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Terget kami, 7200 butir telur per tahun di sini,” jelasnya.

Pada Acara ini, diserahkan juga 1000 pohon mangga dari Dinas Pertanian Provinsi NTB kepada kampus UTS. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *