Tahun 2019, JCH Sumbawa yang Berangkat Haji 300 Orang

oleh -354 Dilihat
Kasi Penyelenggaran Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, H Suryanto S.Ag

283 Haji Reguler, 17 Masuk Cadangan

SUMBAWA BESAR, SR (23/11/2018)

Jamaah Calon Haji (JCH) asa Kabupaten Sumbawa yang akan diberangkatkan menunaikan ibadah haji Tahun 2019 diperkirakan mencapai 300 orang. Dari jumlah tersebut yang masuk kategori jamaah haji reguler 283 orang, sementara cadangan tercatat 17 orang. “Alhamdulillah, kita sudah dapat estimasi JCH yang berangkat tahun depan, totalnya 300 orang,” ungkap Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, H Suryanto, S.Ag, kemarin.

Penetapan estimasi JCH sekarang ini menurut Haji Anto–sapaan akrabnya, terbilang cukup cepat. Biasanya pemberitahuan siapa-siapa yang diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah baru diketahui sekitar Bulan Januari. Bukan hanya angka estimasi, pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan pembinaan jamaah haji untuk tahun depan juga dipercepat. Untuk pelunasan BPIH ini sudah bisa dilakukan sekitar Januari atau Februari 2019. Sedangkan pembinaan akan dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan. Hasil evaluasi, pembinaan jamaah haji yang dilakukan selama ini setelah bulan puasa, ternyata kurang maksimal.

Lebih lanjut Haji Anto, menegaskan jamaah haji yang diberangkatkan tahun ini adalah masyarakat yang mendaftarkan dirinya dari Oktober 2010 sampai 7 Maret 2011. Mereka tersebar di seluruh kecamatan, kecuali Kecamatan Labangka. Daftar estimasi ini sudah disampaikan ke masing-masing KUA di kecamatan untuk diinformasikan kepada yang bersangkutan. Sekarang JCH yang masuk dalam daftar estimasi tersebut sedang melakukan pemberkasan pasport. Pemberkasan paspor ini dilaksanakan dari tanggal 12—22 November 2018.

Menurut Haji Anto, daftar estimasi ini bisa saja berkurang atau bertambah, karena data-data JCH yang akan diberangkatkan harus diverifikasi lagi oleh Kemenag se Indonesia. Verifikasi ini terang Anto, menyangkut data jamaah haji yang sudah wafat, yang melakukan pembatalan serta yang nomor porsinya berangkat, tapi namanya tidak tercantum dalam daftar. Untuk Kabupaten Sumbawa sambungnya, ada satu jamaah haji dari Kecamatan Alas yang nomor porsinya masuk, tapi namanya tidak terdapat dalam daftar pemberangkatan. “Ada juga dua jamaah yang sudah meninggal, tapi namanya masih muncul dalam daftar. Semua datanya masih diverifikasi. Verifikasinya harus sudah selesai hari ini (kemarin). Setelah itu, baru Kemenag pusat menerbitkan daftar tetap JCH yang diberangkatkan tahun 2019 nanti,” tandasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *