Cerita Mahasiswa UTS Asal Thailand: Betah Karena Ilmu dan Kekasih

oleh -368 Dilihat
Fais Darakai mahasiswa UTS asal Thailand bersama Jen Wartawan Samawarea

SUMBAWA BESAR, SR (11/11/2018)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah sukses menjadi magnet dan tujuan menimba ilmu bagi putra-putri bangsa dari segala penjuru Nusantara. Mahasiswa dari Aceh sampai Papua ada di UTS. Bahkan perguruan tinggi yang berlokasi di kaki Bukit Olat Maras, Batu Alang Kabupaten Sumbawa itu disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Kala itu muncul ambisi pendiri UTS, Dr. H. Zulkiflimansyah SE., M.Sc untuk mendatangkan mahasiswa dari berbagai negara di belahan dunia. Keinginan ini mulai terbukti, setelah mahasiswa asal Thailand memastikan dirinya kuliah di UTS. Namanya Fais Darakai. Pemuda yang lahir di Songkhla Thailand ini sudah duduk di semester 3 Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen. Fais panggilannya, sangat fasih berbahasa Indonesia. Wajahnya pun tidak jauh beda dari pribumi asli. Fais juga tercatat sebagai satu-satunya mahasiswa berkewarganegaraan asing.

Saat ditemui SAMAWAREA di Polres Sumbawa, kemarin, Fais yang ditemani Areza Insan Kamil—sahabatnya asal Jawa Barat, mengaku sudah cukup lama menetap di Indonesia. Saat itu dia sekolah SMA di Jawa Barat. Karenanya Indonesia dan orang-orangnya sudah tidak asing baginya. Informasi tentang UTS diperolehnya juga dari kakak kelasnya saat SMA. Baik tentang kuliah di UTS, kondisi kampus dengan segala plus minusnya, hingga keramahan orang Sumbawa. Kabar singkat itu membuatnya tertarik. Selain senang merantau, Fais yang tinggal di Nakosintamarat Thailand tersebut ingin mencari pengalaman baru.

Fais Darakai saat melaporkan keberadaannya kepada Anggota Sat Intelkam Polres Sumbawa

Saat menginjakkan kaki di perguruan tinggi yang berlokasi di kaki Bukit Olat Maras ini, Fais sudah siap dengan iklim yang panas, lokasi yang jauh dan sedikit terpencil. Karena tekad ingin mencari ilmu, kondisi itu dinikmatinya dengan sukacita terlebih lagi banyak teman-teman asal Indonesia yang juga perantauan senasib sepenanggungan memberikannya semangat. Tapi kini Fais sangat betah. Selain sudah berinteraksi dengan penduduk lokal setempat, Fais juga memiliki seorang kekasih. Meski masih merahasiakan nama, Fais sedikit buka-bukaan kalau kekasihnya teman kuliah asal Jawa Barat. “Ini salah satu yang membuat saya betah,” ujarnya sambil tertawa.

Mengenai dukungan orang tua, Fais mengaku tidak ada persoalan. Kedua orang tuanya selalu mendukung kemanapun Fais ingin menuntut ilmu. Mereka hanya berpesan agar Fais dapat bersikap dengan baik di negeri orang dan menghargai adat istiadat yang ada. Fais mengaku memilih Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen karena berkaitan dengan usaha keluarganya. Di Thailand, Fais memiliki toko dan warung yang tidak terlalu besar. Untuk mengembangkannya dia harus mendapatkan ilmunya. Dan harapannya, ilmu itu diperoleh di UTS. “Di rumah ada toko dan warung, ya perusahaan kecil lah, jadi mau kembangin aja,” kata Fais.

Fais saat ini tinggal bersama temannya di sebuah rumah kontrakan wilayah Bukit Berlian, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa. Selama menetap di daerah ini, Fais mengantongi KITAS.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Intelkam, AKP Yusuf Lobar mengatakan bahwa keberadaan mahasiswa asal Thailand itu tidak bermasalah. Mahasiswa itu memiliki dokumen yang lengkap dan KITAS yang dikantonginya berjangka waktu 2 tahun. Ini bisa diperpanjang ketika masanya habis dan mahasiswa itu masih belajar di UTS agar dapat terus dipantau selama berada di republik ini. “Mahasiswa itu sudah melapor dan kami sudah mengeluarkan surat keterangan lapor diri,” demikian Kasat Yusuf. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *