Sekelompok Siswa Serang Dua Sekolah, Seorang Guru Terluka

oleh -693 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (02/10/2018)

Ulah sekelompok siswa dari salah satu sekolah kejuruan ini tak patut ditiru. Layaknya geng terkenal, mereka berkonvoi menggunakan sepeda motor lalu menyerang dua sekolah di dalam Kota Sumbawa, Selasa (2/10) siang. Akibatnya seorang guru di SMA Negeri 3 Sumbawa terkena lemparan batu dan terluka di bagian kepala. Selain itu siswa di SMK Negeri 3 yang juga mengalami penyerangan, nyaris terkena anak panah yang dilepas segerombolan siswa tersebut. Polisi yang bergerak cepat berhasil mengamankan beberapa di antaranya termasuk menyita barang bukti panah.

Informasi yang diserap SAMAWAREA, sebelumnya sekelompok pelaku yang masih berseragam sekolah konvoi menggunakan sepeda motor dan terlihat ugal-ugalan di jalan. Mereka berhenti di depan SMKN 3 Sumbawa hendak membuat gaduh dan menantang siswa di sekolah tersebut yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah yang curiga langsung menghubungi pihak kepolisian yang tak berselang tiba di TKP. Melihat polisi datang sekelompok siswa ini kocar-kacir. Tapi sebelum meninggalkan tempat, salah seorang di antaranya melepas anak panah ke arah pos security sekolah. Anak panah itu mengenai sebuah mobil yang parkir di samping pos. Aksi ini terekam kamera CCTV sekolah, termasuk wajah pelaku terlihat jelas. Rupanya sekelompok siswa ini kabur ke arah SMA Negeri 3 Sumbawa. Mereka juga berulah melakukan penyerangan. Akibatnya seorang guru terkena lemparan batu. Polisi pun datang, mereka kabur. Namun salah seorang siswa yang tergabung dalam gerombolan itu berhasil diamankan. Siswa tersebut digelandang ke Mapolres Sumbawa.

Zuhri—guru yang menjadi korban yang ditemui di Polres Sumbawa mengaku bahwa aksi pelemparan sekelompok siswa itu terjadi saat jam belajar. Dia melihat kegaduhan di luar sekolah. Karena terdengar ribut-ribut dan melihat gerombolan tersebut melakukan pelemparan, ia keluar dari ruang guru. Baru saja berada di luar, lemparan batu secara bertubi-tubi mengarah kepadanya. Dia berusaha menghindar tapi kurang cepat sehingga batu tersebut menimpa kepalanya. “Untung saat itu anak-anak tidak keluar kelas karena sedang belajar. Sebab siapapun yang keluar dan terlihat dihujani batu. Kami tidak tahu apa motifnya. Yang jelas kami sangat menyesalkan ulah anak-anak yang berseragam sekolah melakukan tindakan tak terpuji,” ujarnya.

Sementara Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT yang dihubungi usai memimpin Rapat GO, mengakui adanya kejadian itu. Pihaknya sudah mengamankan beberapa siswa yang berada di dalam kelompok penyerangan. Namun sejauhmana keterlibatannya masih didalami, termasuk mengungkap siapa pelaku pelemparan dan pemilik anak panah. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *