KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, SR (12/10/2018)
RSUD Asy-syifa terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Karena itu setiap tahunnya rumah sakit kebanggaan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri ini melaksanakan pelatihan Basic Life Support (Bantuan Dasar Hidup). Pelatihan ini diperuntukkan bagi pegawai RSUD setempat di antaranya dokter, perawat, bidan, dan pegawai non medis agar mampu melakukan bantuan hidup dasar kepada penderita gawat darurat. “Bantuan itu meliputi penanganan “Airway, Breathing And Circulation” sesuai dengan konsep standar international,” jelas Direktur RSUD Assyifa, dr. Carlof Sitompul yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut dr Carlof, pengetahuan penanggulangan penderita gawat darurat memegang porsi besar dalam menentukan keberhasilan pertolongan. Banyak penderita gawat darurat yang justru meninggal dunia atau mengalami kecacatan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam melakukan pertolongan. Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu komitmen RSUD ASSYIFA untuk memenuhi ketentuan Permenkes RI No. 1691 Tahun 2010 tentang Keselamatan Pasien.
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta mampu memahami sistem pertolongan penderita gawat darurat secara terpadu (medical Emergency Response). Peserta mengenali dan mampu menggunakan APD (Alat Proteksi Diri) sebelum melakukan pertolongan. Peserta juga mampu mengenali keadaan yang mengancam nyawa pada penderita gawat darurat. Selain itu peserta pelatihan memahami konsep bantuan hidup dasar pada penderita gawat darurat sesuai dengan standar Internasional. Seperti konsep dasar DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation) sebagai prinsip dasar pertolongan pertama. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan mampu melakukan penanggulangan atau penanganan penderita gawat darurat berdasarkan prioritas pertolongan. Peserta mampu melakukan triage pada saat keadaan bencana atau musibah masal di instansi. “Kenapa kita libatkan semua pihak yang ada di RSUD Assyifa, karena setiap kejadian kita tidak melihat dimana kapan dan siapa korbannya, sebab sifat pertolongan hidup dasar ini sesegera mungkin, siapa tau medis sedang bekerja dan korban berdekatan dengan pegawai non medis seperti security atau cleaning service, bisa memberikan pertolongan pertama untuk menyelamatkan korban, dan hal ini harus kami adakan setiap tahunnya supaya pengetahuan tentang bantuan hidup dasar selalu melekat,” pungkasnya. (JEN/SR)





