SUMBAWA BARAT, SR (10/09/2018)
Destinasi wisata berskala nasional di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bertambah. Pasalnya olahraga Surfing di Pantai Yoyo, Kecamatan Sekongkang, daerah setempat akan dimasukkan dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Hal ini disampaikan Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dra. Ratna Surantih MA.
Diakui Ratna, dimasukkannya surfing di KSB dalam 100 calender of event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, karena terbukti telah banyak menghadirkan surfer luar negeri dengan membawa keluarganya. Event serupa di daerah lain sulit mendatangkan peserta dari luar negeri. Ia berharap Kepala Dinas Pariwisata KSB dapat menjadikan kompetisi Surfing ini sebagai event tahunan, dan pihaknya siap memberikan dukungan promosi. “Terimakasih kepada Bupati karena telah menjadi tuan rumah yang baik, kami didukung untuk suksesnya acara ini. Kementerian Pariwisata ke depan dibantu WSL (World Surfing League) juga akan mencetak surfer-surfer karena ke depan surfing akan menjadi cabang olahraga di olimpiade,” kata Dra. Ratna saat jumpa pers sebelum pembukaan Surfing West Sumbawa AMNT Pro 2018 di Kantor Camat Sekongkang, belum lama ini.
Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M mengatakan, saat ini dalam suasana duka cita karena pasca gempa besar masih ada gempa susulan. Namun masyarakat harus tetap bangkit. Kegiatan pemulihan tetap berjalan, kegiatan pembangunan termasuk di sektor pariwisata. “Pemerintah Daerah berterima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata, dan WSL yang bersama-sama mengadakan kegiatan ini, termasuk dukungan dari mitra kita PT. AMNT,” kata Bupati.
Keterlibatan WSL sebagai organisasi surfing berkelas dunia yang mendukung kegiatan ini ungkap Bupati, tentu akan memberikan impact besar untuk kemajuan wisata di KSB khususnya spot olahraga wisata surfing. “Kami ucapkan selamat datang kepada para surfer. Meski suasana kurang mendukung, semoga bisa tetap dinikmati. Selamat bertanding junjung tinggi sportivitas. Kalah bukan akhir dari segalanya dan menang bukan segalanya. Sukses selalu pariwisata Indonesia dan khususnya pariwisata KSB,” cetusnya.
Manager WSL Regional Asian dan Australia, Will Haydeen Smith mengaku senang bisa terlibat dalam event surfing West Sumbawa AMNT Pro 2018. Ia memuji ombak di Pantai Yoyo sangat mendukung gelaran surfing berkelas internasional ini.
Ditambahkan Manajemen WSL Indonesia, Tipi Jabrik , event ini dimotori WSL organisasi tertinggi surfing dunia. Dengan menggandeng WSL, diharapkan spot surfing di KSB bisa naik. Termasuk dengan menggandeng kementerian guna mendukung promosi pariwisata. Namun pemerintah daerah bersama masyarakat juga harus mendukung dengan menjaga kebersihan demi kemajuan wisata di KSB yang memiliki banyak aset wisata, baik di Pantai Yoyo dan lainnya.
Ketua Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Arya Subyakto mengatakan, PSOI berharap surfing di KSB ini bukan hanya kali ini saja. Namun menjadi agenda tetap dan PSOI juga siap membantu mempromosikan ombak di Pantai Yoyo KSB.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KSB, Ir. I. G. B. Sumbawanto, M.Si mengatakan, surfing di Pantai Yoyo dari tanggal 8 sampai 12 September 2018 ini merupakan bagian dari gelaran event Sail Moyo Tambora 2018. Event lainnya adalah Kejuaraan Paragliding Internasional pada tanggal 14 September. Namun karena sejumlah titik jalan sedang diperbaiki dan pasokan air di Desa Mantar berkurang, event tersebut diundur dan akan digelar pada Festival Taliwang 2018. Untuk peserta, berasal dari 13 negara termasuk Indonesia. Jumlah serfer yang ikut dalam kejuaraan ini 65 orang, 29 di antaranya surfer Indonesia, seperti dari Bali termasuk 4 surfer wanitanya, serta Mataram dan Dompu. (HEN/SR)






