SAKA Buffalo Race World Championship Awali Festival Pesona Moyo 2018

oleh -1010 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (15/09/2018)

SAKA Buffalo Race World Championship menandai dibukanya pelaksanaan Festival Pesona Moyo 2018, Sabtu (15/9) pagi tadi. Kegiatan yang dilaksanakan di Arena Barapan Sumer Payung, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas ini diikuti peserta dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumbawa. Hadir pada event dunia tersebut ini perwakilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yakni Koordinator Calendar Of Event (COE), Ratna Suranti, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi, Kajari Sumbawa Paryono SH, Tim Kurator Kemenpar Taufik Rahzen dan Anggota DPR RI, H Muhammad Syafruddin ST. Tidak hanya itu, puluhan yatcher dari berbagai negara yang merupakan peserta Sail Moyo-Tambora juga ikut hadir dan mencoba ‘naik kareng’ (barapan).

Koordinator Calendar Of Event (COE) Kemenpar, Ratna Suranti mengatakan, bahwa Festival Pesona Moyo adalah festival bertaraf internasional. Ia sengaja datang ke Sumbawa untuk menyaksikan secara langsung kegiatan barapan kebo yang hanya ada satu-satunya di dunia. Dia menyambut positif para yachter yang ikut hadir dan diharapkan bisa mempromosikan kegiatan ini ke seluruh dunia. Ia memuji promosi yang dilakukan dalam Festival Pesona Moyo tersebut sangat luar biasa. Karenanya, Kemenpar akan mendukung dan terus mempromosikan kegiatan itu untuk tahun selanjutnya. “Semoga kekayaan budaya di Sumbawa bisa terus dieksplor dan dilestarikan, sehingga bisa dipromosikan ke seluruh dunia,” cetus Ratna.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengatakan, barapan kebo ini dilaksanakan setiap tahun sebagai ciri khas Kabupaten Sumbawa. Hal ini mengingat daerah ini telah ditetapkan pusat lokasi pengembangan kerbau di Indonesia. Kerbau yang digunakan untuk event barapan ini ungkap Wabup adalah kerbau lumpur yang berbeda dengan jenis kerbau lainnya. Dan barapan ini telah menjadi kalender event setiap tahunnya. Ia menyampaikan terimakasih kepada Kemenpar dan DPR RI yang sudah merespon kegiatan tersebut. Diharapkan, dengan dukungan Kemenpar dan DPR, kegiatan Festival Pesona Moyo akan tetap dilaksanakan di Sumbawa. “Kegiatan ini sudah dimulai sejak 9 September lalu. Kegiatannya diintegrasikan dengan Sail Moyo-Tambora yang bertujuan untuk meningkatkan promosi pariwisata di Sumbawa,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Festival Moyo 2018, Drs. H. Rasyidi menyebutkan, rangkaian kegiatan festival ini sudah mulai dilaksanakan yang diintegrasikan dengan Sail Moyo-Tambora 2018. Kegiatan yang sudah dilaksanakan yakni parade perahu hias pada 9 September lalu di Pelabuhan Badas. Kemudian dilakukan Parade Malala di Lapangan Pahlawan Sumbawa, 10 September. Kemah bakti konservasi dan Jelajah Alam Konservasi Pulau Moyo, 12–13 September. Dan kini SAKA Buffalo Race. Pada 17—23 September akan dilaksanakan pacuan kuda di Arena Angin Laut, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Pada hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan Temu Usaha di lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Esoknya, 18 September, Gebyar Festival Jagung di Saliper Ate. Sementara Expo UMKM berlangsung 16—22 September di Pantai Saliper Ate yang diselipkan dengan Pagelaran Budaya.

Masih di di Pantai Saliper Ate digelar Balap Sampan dan Seminar Kesehatan di Aula Pantai baru, 22 September mendatang. Berlanjut Jalan Sehat dengan titik kumpul Lapangan Cendrawasih 23 September. Untuk kegiatan penutup, masyarakat akan dihibur artis ibukota di Lapangan Cendrawasih, 23 September mendatang. (JEN/SR/*)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *