Pertama di Dunia, Tenun dan Fashion Street Fest di Atas Jembatan

oleh -595 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (13/09/2018)

Acara Tenun dan Fashion Street Fest rangkaian Sail Moyo Tambora, Rabu (12/9) malam berlangsung semarak. Uniknya, dua kegiatan itu dilaksanakan di atas Jembatan Samota. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Sumbawa beserta istri, Anggota Forkopimda, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Asisten Setda Sumbawa, para Pimpinan OPD, dan pengrajin Tenun Sumbawa.

Dalam sambutannya Ketua Dekranasda Sumbawa, Ny. Hj. Amien Rahmani Husni Djibril menyampaikan bahwa tenun adalah jiwa yang tercipta dari sebuah hasil dari keluhuran budaya, kekuatan kepercayaan serta pengetahuan yang menjadikannya sebuah ciri khas nan exotic. Tenun juga merupakan salah satu wahana seni dan kerajinan daerah yang patut dan harus terus-menerus dilestarikan. “Selain menjadi sebuah kebanggaan, saat ini tenun dapat kita jadikan sebagai pendukung atau bahkan menjadi sumber penambahan ekonomi keluarga. Dengan kembali menghidupkan dan memberdayakan budaya menenun, tentunya akan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Tenun Sumbawa khususnya, saat ini masih perlu untuk terus dikembangkan. Tenun Sumbawa mempunyai ciri dan corak yang sangat khas. Hj Amien Rahmani sangat yakin, jika masyarakat serius untuk mengembangkannya, Tenun Sumbawa akan terkenal dan tidak kalah bagusnya dengan tenun-tenun di daerah lainnya. “Saya sangat berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan membuka wawasan kita akan begitu bermanfaatnya kain tenun untuk menunjang ekonomi keluarga. Semoga dengan festival tenun ini dapat menjadi ajang promosi bagi tenun Sumbawa, dan semoga kegiatan semacam ini dapat secara rutin dilaksanakan,” pintanya.

Meskipun disadari sambungnya, memperjuangkan tenun tidaklah mudah dan memerlukan perjalanan yang panjang sebagaimana batik. Tapi harus terus diikhtiarkan dengan sungguh-sungguh, baik melalui pemerintah dengan kebijakan dan program-programnya, maupun masyarakat secara umum, termasuk para penenun, pengrajin dan komunitas-komunitas tenun Samawa. “Mudah-mudahan selain menambah wawasan bagi kita semua, kegiatan festival tenun ini dapat menjadi momentum untuk bangkitnya Tenun Sumbawa. Dengan demikian, Tenun Sumbawa dapat menggambarkan jati diri masyarakat Sumbawa pada khususnya dan NTB pada umumnya sebagaimana batik sudah menjadi jati diri Bangsa Indonesia,” tandasnya.

Kepala Dinas Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos, M.Si melaporkan bahwa kegiatan pada malam hari ini adalah yang ketujuh dari seluruh rangkaian event yang menyertai Indonesia Sail Moyo Tambora. Namun demikian ini pertama di dunia dilaksanakan Fashion Street di atas jembatan. Dan jembatan ini adalah kebanggaan masyarakat Sumbawa. “Alhamdulillah semua kegiatan yang telah kita rencanakan dan pada malam hari ini adalah akhir dari event event yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Provinsi ini adalah ujung dari event itu, dan mudah mudahan kehadiran event event yang telah kami suguhkan kepada masyarakat Sumbawa akan memberikan warna bahwa Sumbawa itu hebat,” tegasnya.

Menyertai kegiatan fashion Street ini, ungkap Faozal, hadir para penenun yang sangat luar biasa. “Inilah warna tenun dari masyarakat Sumbawa yang akan disampaikannya kepada dunia bahwa tenun Sumbawa itu juga luar bisa,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *