SUMBAWA BESAR, SR (12/09/2018)
Ratusan anak-anak pengungsi korban gempa yang berada di Posko Pengungsian Desa Kalimango Kecamatan Alas dan Desa Mapen Rea Kecamatan Alas Barat, berhamburan dari dalam tenda. Mereka menyambut dengan riang gembira kehadiran ibu-ibu Bhayangkari dan Polwan Polres Sumbawa yang tiba di lokasi menggunakan dua bus, Kamis (12/9). Rupanya anak-anak ini sudah sangat kenal dan dekat dengan istri polisi dan para Polwan cantik tersebut. Sebab dari awal terjadinya bencana gempa bumi di Alas dan Alas Barat serta beberapa kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa, Bhayangkari dan jajaran Polres Sumbawa kerap menyambangi mereka. Bukan hanya membantu mengevakuasi dan menyalurkan bantuan, tapi juga melaksanakan trauma healing. Saking dekatnya, para bocah lucu ini sangat hafal dengan yel-yel yang diucapkan para Polwan. Demikian dengan lagu “gempa” dan “polisi sahabat anak”.
Seperti terlihat siang tadi, suasana yang cukup panas itu berubah hangat dan semarak. Tidak ada trauma sedikitpun terlihat dari wajah mereka. Yang membuat para bocah ini semakin bahagia ketika mendapat hadiah aneka mainan dari Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo SIK MT dan Ketua Bhayangkari, Ny Meytha Yusuf Sutejo. Bahkan bocah pengungsi berumur 2 tahun bernama Safa, tak mau turun dari gendongan Ibu Ketua Bhayangkari. Ikut mendampingi Kapolsek Alas Kompol Nurdin, dan Kapolsek Alas Barat, IPTU I Komang Oka, serta para pengurus Bhayangkari.
Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat terutama yang tertimpa musibah gempa bumi. Sebab sampai saat ini masih banyak korban gempa yang tinggal di tenda-tenda pengungsian karena memang rumahnya sudah hancur dan tidak layak lagi untuk ditempati. Mereka akan berada di tenda darurat tersebut sampai adanya bantuan pembangunan rumah oleh pemerintah. “Sejak awal sampai sekarang kami berusaha memberikan sekedarnya untuk membahagiakan mereka, baik bantuan sembako dan lainnya serta trauma healing terutama bagi anak-anak yang mengalami gangguan psikis akibat gempa yang terjadi secara beruntun,” imbuhnya.
Selain itu ungkapnya, Polres Sumbawa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan secara kontinyu memberikan pelayanan kesehatan gratis, mengingat cuaca yang cukup terik banyak pengungsi yang terserang ISPA. “Beberapa hari sekali kami menurunkan tim medis dan obat-obatan untuk meminimalisir penyakit-penyakit yang diderita korban gempa selama berada di pengungsian. Alhamdulillah ada progress yang cukup positif,” ujarnya.
Sementara Kades Kalimango Kecamatan Alas, Mala Mahmud menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres, ibu-ibu Bhayangkari dan jajarannya yang tak henti-hentinya menyambangi dan memberikan bantuan kepada warganya yang tertimpa musibah. Ia menilai kepedulian institusi tersebut sangat luar biasa. Tidak heran jika warga Kalimango terutama anak-anak yang berada di pengungsian sangat dekat dan akrab dengan polisi. “Dari awal kejadian gempa sampai sekarang sudah tak terhitung lagi kami disambangi Kapolres dan jajarannya. Warga kami bersukacita menyambutnya. Apalagi anak-anak yang selalu rindu dan bertanya ketika sehari tidak bertemu dengan ibu-ibu Bhayangkari dan Polwanyang sudah dianggap bagian dari kebahagiaan mereka. Terima kasih atas kepeduliannya, semoga Kapolres dan jajarannya selalu diberikan kesehatan,” ucapnya. (JEN/SR)










