SUMBAWA BESAR, SR (22/09/2018)
Rangkaian Festival Pesona Moyo 2018 kian meriah. Sebab Pordasi Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan Pacuan Kuda di Arena Angin Laut, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Sabtu (22/9). Sebanyak 229 ekor kuda dari berbagai kabupaten turun gelanggang. Kuda-kuda yang beberapa di antaranya sudah melegenda ini bersaing adu cepat. Ikut menyaksikan kegiatan di antaranya Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Kadis Pariwisata NTB, L. Muhammad Faozal, Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa, Ir. H. Junaidi M.Si dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Sumbawa.
Wakil Bupati Sumbawa mengatakan, pacuan kuda atau main jaran ini merupakan salah satu warisan budaya. Peserta dari Kabupaten tetangga juga sering berpartisipasi dalam kegiatan pacuan kuda tersebut. Melalui momentum Festival Pesona Moyo ini, pacuan kuda bisa lebih berkembang. “Semua pekerjaan jika dilaksanakan secara bersama, pasti bisa dilaksanakan. Pordasi Sumbawa juga jangan sampai terpecah,” kata Wabup mengingatkan, seraya berharap Pordasi bisa diperkuat, sehingga kegiatan pacuan kuda ini bisa dilaksanakan dengan lebih berkembang.
Dalam kesempatan itu, Kadis Pariwisata NTB, L. Muhammad Faozal menegaskan bahwa kegiatan pacuan kuda ini harus dilaksanakan. Sebab, kegiatan ini sudah masuk dalam kalender wisata. Rencananya kegiatan ini juga akan dilaksanakan dalam rangka HUT NTB untuk memperebutkan Piala Gubernur NTB. “Dukungannya akan kami persiapkan. Pelaksanaannya juga akan lebih baik dari kegiatan yang sekarang ini,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pacuan Kuda, H. Jabir melaporkan lomba ini merupakan salah satu event dalam kalender pariwisata 2018. Tujuan kegiatan ini untuk melestarikan budaya dan ajang promosi wisata daerah. Kegiatan ini diikuti 229 kuda dari enam kabupaten tersebar di 14 kelas. (JEN/SR)







