KAHMI KSB Minta Polres KSB Jangan Tiru Tindakan Refresif Polisi di Bengkulu

oleh -334 Dilihat

SUMBAWA BARAT, SR (23/09/2018)

Majelis KAHMI Sumbawa Barat mengutuk keras tindakan refresif yang dilakukan Kepolisian Bengkulu kepada sejumlah massa aksi belum lama ini. KAHMI meminta pihak kepolisian di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk tidak meniru pola penanganan tersebut. Menurut KAHMI KSB, arogansi yang berlebihan yang dilakukan kepolisian justru memperlihatkan ketidakmampuan untuk melakukan komunikasi dengan massa aksi. Karena jargon ‘mengayomi dan melayani’ harusnya mampu untuk diaplikasikan dalam tindakan nyata. Salah satu yang menjadi alasan kenapa adanya demonstrasi, biasanya karena kegagalan sistem untuk melaksanakan tugasnya dengan benar. Sebagai aparat penegak hukum, idealnya juga dapat melaksanakan tugasnya dengan benar dan tidak cenderung menunjukan aroganasi atau kekuatan yang jauh dari semangat melayani dan mengayomi. Dan tindakan ini justru akan memunculkan masalah baru, atau bisa menjadi pemicu konflik komunal antara polisi dan rakyat. Tentu dalam posisi ini, polisi seolah menjadi alat penguasa bukan alat negara.

Terhadap persoalan itu, KAHMI KSB dan begitupun juga dengan HMI akan segera mengkonsolidasikan dan membangun komunikasi dengan aparat penegak hukum agar ada komitmen untuk tetap menjaga koridor hukum dan harmonisasi sosial di Sumbawa Barat. “Kalau sikap, pasti kami mengutuk keras tindakan itu !. Dan secara nasional KAHMI juga punya sikap jelas. Tetapi kita ingin kejadian seperti ini dapat menjadi pelajaran, agar penanganan aksi tidaklah tepat kalau menggunakan tindakan refresif, apalagi arogan,” demikian KAHMI. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *