KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, SR (26/09/2018)
Puluhan ternak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa mengikuti Lomba Kontes Ternak dan Lomba Kelompok Berbasis Agribisnis Peternakan, Rabu (26/9). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Raberas, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa ini dilaksanakan Dinas Peternakaan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa. Lomba ini dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Direktur Kesmafet Dirjen Peternakan dan Keswan Kementerian Pertanian RI, Direktur Bibit dan Produksi Ternak Dirjen Peternakan dan Keswan Kementerian Pertanian RI, Anggota Forkopimda, Perwakilan Dinas Peternakan Provinsi NTB, Pimpinan OPD dan Pimpinan BUMN dan BUMD.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan beberapa target yang diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan ini. Adalah memotivasi peternak guna memproduksi ternak bibit dan ternak potong yang berkualitas. Memberikan penghargaan bagi peternak yang mampu menghasilkan bibit berkualitas sesuai standar teknis. Meningkatkan kualitas bibit ternak yang sudah ada, sekaligus menjadi wahana pembinaan dalam rangka menciptakan kelompok-kelompok tani ternak agribisnis yang maju, tangguh dan mandiri.
Sasaran akhir bagi pembangunan peternakan adalah meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan peternak. untuk mencapai sasaran akhir tersebut, maka disusunlah beberapa sasaran antara lain meningkatnya ketersediaan pangan dari ternak dan berkembangnya usaha agribisnis peternakan. Dalam rangka mewujudkan sasaran tersebut, disusun pula arah kebijakan umum pembangunan peternakan meliputi meningkatnya produksi serta produktivitas dan mutu komoditas peternakan dalam rangka pengamanan ketahanan pangan serta pengembangan usaha agribisnis peternakan. Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan sasaran tersebut, pemerintah daerah dalam hal ini telah melakukan berbagai upaya, antara lain dukungan program gerakan masyarakat jagung integrasi sapi (Gema Jipi). Adanya dukungan dana yang cukup memadai dari tahun ke tahun pada sub sektor peternakan. Adanya kelembagaan/organisasi khusus yang berdiri sendiri yang menangani urusan peternakan. Membangun dan mengembangkan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk melakukan penelitian dan pengkajian di bidang peternakan, sehingga inovasi dan teknologi mutakhir dan tepat guna bidang peternakan dapat diakses dengan mudah oleh peternak. Membuka peluang dan akses sebesar-besarnya kepada pemodal/investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Kabupaten Sumbawa. Membangun, mengembangkan dan meningkatkan sarana prasarana peternakan yang memadai. Mengembangkan SDM peternakan sehingga mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular (P3HM) secara cepat dan tepat. Menggalakkan pengembangan hijauan makanan ternak. Melakukan sosialisasi pengkajian dan pengembangan teknologi tepat guna bidang peternakan. “Alhamdulillah kita patut bersyukur, karena pada Bulan Agustus lalu, kapal ternak mulai beroperasi di Pelabuhan Badas Sumbawa melalui tol laut untuk mewujudkan program pemerintah pusat dalam menunjang program ketahanan pangan khususnya swasembada protein hewani di Indonesia,” ucapnya.
Pengiriman ternak menggunakan kapal ternak tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pengangkutan ternak dari Sumbawa menuju Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi serta menjaga kualitas daging sapi/kerbau, karena kelengkapan fasilitas yang memang dibuat khusus untuk mengangkut ternak, yang sebelumnya pengangkutan dilakukan secara tradisional, sehingga menyebabkan ternak cenderung stres dan kurang terawat.
Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Sumbawa, Ir Talifuddin M.Si melaporkan bahwa tujuan dilaksanakannya Kontes Ternak dan Lomba Kelompok Berbasis Agribisnis Peternakan adalah memotivasi peternak untuk memproduksi ternak bibit yang berkwalitas, memberikan apresiasi penghargaan kepada peternak pembibit yang berprestasi untuk menghasilkan bibit ternak yang unggul dan produktif serta sebagai tempat untuk ajang silahturahim dan tukar pikiran menambah wawasan bagi peternak, petugas dan stakeholder peternakan di Kabupaten Sumbawa. Sasaran dari kontes ternak adalah mendapatkan ternak lokal yang secara teknis memenuhi kriteria bibit, sehingga dapat memberikan penghargaan dan diperlihatkan kepada masyarakat dalam lomba tersebut.
Katagori yang dilombakan yaitu Sapi Bali meliputi, sapi pejantan, sapi induk, sapi bibit jantan dan sapi bibit betina. Kerbau meliputi kerbau pejantan, kerbau induk , kerbau bibit jantan dan kerbau bibit betina. Kelompok ternak sapi, kelompok ternak kerbau, petugas terbaik meliputi inseminasi buatan, medik veteriner dan petugas penyuluh lapangan dan UPT Prokeswan. Penjurian dilakukan pada tanggal 3-13 September 2018, final 26 September 2018 sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang kontes ternak dan lomba kelompok. (JEN/SR)






