Hasil Otopsi Andi Saleh Mengejutkan, Ada Resapan Darah di Bagian Pelipis  

oleh -538 Dilihat
Jasad Andi Saleh Triyadi dievakuasi saat pertamakali ditemukan.

SUMBAWA BESAR, SR (28/09/2018)

Kasus Andi Saleh Triyadi (11) bocah yang ditemukan tak bernyawa di saluran air Simpang Tiga Stadion Pragas Sumbawa, 11 Juli lalu, kini memasuki babak baru. Hal tersebut berdasarkan hasil otopsi yang mengejutkan pasca pembongkaran kuburan yang dilakukan Tim Ahli Forensik Biddokkes Polda NTB, beberapa waktu lalu.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Zacky Maghfur SIK, Jumat (28/9), mengakui jika hasil otopsi sudah ada. Kesimpulannya terdapat resapan darah di bagian pelipis korban. Diduga resapan darah ini akibat benturan benda tumpul. Sejauh ini masih belum bisa dipastikan penyebab adanya resapan darah tersebut. Pihaknya masih mendalaminya apakah benturan dimaksud karena kesengajaan atau akibat terjatuh. “Jadi kita harus melakukan pendalaman kembali,” ungkap Kasat Zacky.

Pendalaman dilakukan sambung Kasat Reskrim, dengan cara kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Mengingat pihaknya sudah memiliki petunjuk secara laboratorium forensik dan keterangan dokter yang melakukan otopsi.

Seperti diberitakan, korban dilaporkan hilang 4 Juli lalu. Terakhir, korban masih terlihat di rumah kakeknya di lingkungan RT 02 RW 05 Kelurahan Seketeng, sore harinya. Namun saat magrib korban tidak kembali meski biasanya dia pulang untuk sholat magrib. Hingga larut malam, korban tidak terlihat membuat keluarganya panik. Selain lapor polisi, pencarian terus dilakukan. Bahkan informasi hilangnya korban cepat tersiar terutama oleh warga yang aktif di media social. Jasa paranormal ikut dilibatkan. Setiap paranormal yang didatangi selalu mengatakan korban akan kembali. Tepat Rabu, 11 Juli kemarin, terdengar khabar mengejutkan. Sesosok mayat ditemukan di saluran air simpang tiga Stadion Pragas, sekitar 100 meter dari kediaman kakek korban. Ternyata itu adalah korban. Kondisinya sudah mulai membusuk, dan wajahnya sudah terkelupas tampak tengkorak. Hasil visum luar pihak RSUD Sumbawa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Untuk mengecek lebih jauh tentang penyebab kematian korban, keluarga korban saat itu menolak dilakukan otopsi dan menginginkan agar korban secepatnya dimakamkan. Setelah beberapa minggu dikubur, keluarga menginginkan kuburan korban dibongkar untuk kepentingan otopsi yang akhirnya terlaksana 12 September 2018. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *