DPPP KSB Dorong Petani Tanam Bawang Merah

oleh -334 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PERTANIAN PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (17/09/2018)

Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DPPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong petani untuk menanam bawang merah. Hal ini mengingat kebutuhan bawang merah di KSB cukup tinggi. “Selama ini untuk memenuhi kebutuhan bawang merah dalam daerah kita sangat bergantung pada daerah lain misalnya Kabupaten Bima yang sangat terkenal dengan bawangnya. Ada juga dari seberang lautan yaitu Pulau Lombok. Ini karena di KSB tidak ada yang menanam bawang,” ungkap Kepala Dinas DPPP KSB,  Dr. Khairul Jibril kepada SAMAWAREA, Senin (17/9).

Diakui Khairul—akrab Kadis DPPP disapa, kebutuhan bawang merah di KSB cukup tinggi. Melihat kondisi ini untuk swasembada bawang merah di KSB dengan cara mendorong petani menanam bawang merah. “Kami di dinas siap mensupport petani di KSB,” imbuhnya.

Saat ini pihaknya sudah menyiapkan bibit bawang merah sebanyak 10 ton dari APBD untuk diberikan bantuan kepada 10 kelompok petani. Masing-masing kelompok mendapat 1000 kilogram per hektar. 10 kelompok tersebut tersebar di Kecamatan Taliwang ada 2 kelompok, Kecamatan Jereweh 1 kelompok, Kecamatan Maluk 3 kelompok, Kecamatan Seteluk 1 kelompok, dan Kecamatan Brang Ene 3 kelompok. “Pada hari ini semua bibit akan disebar ke semua kelompok tersebut, bukan hanya bibit saja yang akan kami bantu tapi juga Alsintan,” akunya.

Karena rata-rata kelompok ini baru mencoba untuk menanam bawang, tentunya DPPP akan membimbing petani tersebut sampai tanaman bawang merah siap panen untuk dijual. Bibit yang didatangkan bukan bibit sembarangan melainkan bibit yang kualitasnya terjamin. Pembelian bibit langsung dari penangkar yang berada di bawah Balai Pegawasan dan Sertifikasi Benih. “Setiap kabupaten ada perwakilan dari (BPSB) sehingga kita meminta kepada petugas ikut ke penangkar benih di Bima guna mengecek langsung benih yang akan dibeli, sehingga kualitas benih bawang merah yang kita sebar ke petani berkualitas bagus,” jelasnya.

Selain dari APBD sambung Khairul, bantuan benih datang dari pusat sebanyak 10 ton yang sudah disebar ke 10 kelompok berbeda. Masing-masing mendapat 1000 Kg yang disebar ke semua kecamatan. Yaitu Kecamatan Maluk 3 kelompok, Kecamatan Brang Ene 3 kelompok, Kecamatan Seteluk 1 kelompok, dan Kecamatan Jereweh 1 kelompok. “Sekarang umur tanaman benih yang diberikan dari APBN sudah 38 hari, kondisinya sangat subur,” ujarnya.

Jika dikalkulasi jumlah benih yang tersebar di KSB baik dari APBN maupun APBD sebanyak 20 ton yang menyasar 20 kelompok dengan luas lahan 20 hektar. Diperkirakan hasil panen minimal 1 ton bibit bisa menghasilkan 6 ton bawang. Artinya dari bantuan 20 ton bibit menjadi 120 ton bawang merah. “Dengan jumlah ini saya yakin kita tidak akan bergantung lagi dengan pasokan bawang dari luar daerah, sehingga daerah kita bisa menjadi swasembada bawang merah,” pungkasnya. (HEN/SR/Adv)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *