Warga NU se Indonesia Bantu Korban Gempa di Lombok

oleh -332 Dilihat

MATARAM, SR (15/08/2018)

Sebagai ungkapan keprihatinan yang mendalam terhadap tragedi gempa bumi di Lombok Timur dan Lombok Utara, PW NU NTB dan ormas NU lain menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terkena dampak gempa. Hal ini dilakukan karena masifnya dampak kerusakan dan korban jiwa akibat gempa tersebut. Kepedulian ini juga bagian dari ikhtiar kaum Nahdliyin untuk meringankan beban penderitaan korban gempa.

Ketua Tim NU Peduli, Baiq Mulyana mengatakan sesuai perintah dari PB NU terhitung mulai hari Sabtu (11/8) lalu seluruh aktivitas bantuan kemanusiaan untuk gempa bumi di Lombok menggunakan satu pintu yakni NU Peduli yang sekretariat utama atau Poskonya di Aula PW NU di Jalan Pendidikan Mataram. “Ini untuk memudahkan koordinasi dan efektivitas penyaluran bantuan untuk korban gempa se Pulau Lombok,” ujar Baiq Mulyana yang juga Rektor Universitas NU, Selasa (14/8).

Lebih lanjut Ia mengatakan hingga saat ini NU Peduli sudah menyalurkan bantuan di puluhan titik korban gempa dalam bentuk paket sembako, makanan bayi, terpal, tikar, tenda, dan lainnya. “Untuk dapur umum, NU peduli sudah membukanya di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara dengan kapasitas tiga kali makan masing-masing 2000 sampai 4000 nasi bungkus per sekali masak,” tambahnya.

Selain itu NU peduli juga mendapatkan bantuan puluhan tenaga medis, para medis serta psykolog trauma healing dari PW NU Jatim, PW NU Jateng via RS Kudus, PC NU Nganjuk, PC NU Boyolali, Bali, Sampang serta dari Universitas NU Jatim dan yang baru tiba rombongan dari Universitas Brawijaya yang dipimpin Dr Eng Fadly Isman.

Didampingi Ahmad Fauzan dari klaster Litbang NU Peduli, Baiq Mulyana menyatakan pihaknya tidak berhenti saat tanggap darurat usai seperti yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini karena NU Peduli akan terlihat pada upaya paska tanggap darurat, khususnya yang menyangkut pemulihan trauma korban. “NU Peduli sudah menerjunkan tim dokter, para medis dan trauma healing satu paket agar masyarakat bisa pulih dan bangkit untuk menyongsong masa depannya,” tandasnya.

Rektor Universitas NU melaporkan hingga saat ini saldo rekening di NU Peduli sejumlah Rp 274.577.875 yang bersumber dari donasi beberapa lembaga seperti Freeport, PT China Harbour Indonesia dan lainnya. “NU Peduli akan transparan dan akuntabel dalam penggunaan dan pelaporannya,” ungkapnya.

Selain itu, imbuh Baiq Mulyana, mulai besok NU Peduli akan menyalurkan 50 terpal yang berukuran 10×10 yang dipergunakan sebagai musholla di 50 titik di antaranya Malaka, Gangga, Kayangan, Lekok,  dan Pemenang. “NU peduli juga akan mendroping 150 telpal untuk tenda yang memisahkan tenda perempuan, anak-anak dan lansia. Juga tenda khusus untuk penderita penyakit menular seperti TBC,” lanjutnya.

Untuk kebutuhan air dan sanitasi, lanjut Baiq Mulyana, NU Peduli akan melakukan pemetaan udara lewat drone untuk menentukan titik-titik konsentrasi pengungsi yang selama ini minim dijangkau oleh bantuan kemanusiaan. “Dalam waktu dekat NU Peduli akan melakukan pengeboran air di beberapa titik pengungsi di KLU yang medannya sulit dijangkau,” kata Baiq Mulyana sembari menambahkan alat dan tenaga sumur bor dari NU Peduli sudah siap bergerak. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *