SUMBAWA BESAR, SR (01/08/2018)
Pencanangan Gerakan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Desa Uma Beringin Kecamatan Unter Iwes yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Unter Iwes digelar di Taman Kerato, Selasa (31/7/2018). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penerimaan bantuan dari beberapa Dinas dan TP-PKK Sumbawa kepada Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sumbawa, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Anggota Forkopimda, Pimpinan OPD, Camat, dan Pimpinan BUMN/BUMD.
Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa dilaksanakannya Pencanangan Gerakan BBGRM setiap tahun tersebut tidak hanya dijadikan acara seremonial, tetapi diharapkan gotong royong tersebut dapat dilaksanakan langsung oleh masyarakat dan ASN sekaligus refreshing sambil bekerja bagi para ASN. Melalui kegiatan ini berbagai program pembangunan pemerintah dan masyarakat baik kabupaten, kecamatan maupun desa/kelurahan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan lebih maksimal dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga kemasyarakatan. Budaya gotong royong harus terus dilestarikan agar sebagai bangsa tetap eksis dan memiliki kekuatan besar menghadapi peluang dan tantangan pembangunan di masa kini dan masa mendatang. Melalui momentum BBGRM, Wabup mengajak masyarakat untuk senantiasa membangun sinergitas menyatukan gerak langkah bersama guna mewujudkan pembangunan dengan semangat persatuan dan kesatuan dan peran aktif masyarakat dan lembaga kemasyarakatan yang meliputi kegiatan bidang ekonomi, sosial budaya, agama dan bidang lingkungan di masing-masing desa dan kelurahan.
Disampaikan pula bahwa, Sumbawa akan menjadi lokasi penyelenggaraan Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 yang akan dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 23 September 2018 dan akan dipusatkan di Pelabuhan Badas. “Saya sangat berharap agar kegiatan-kegiatan di dalam BBGRM ini dapat bersinergi untuk mendukung persiapan event itu,” pintanya.
Pada event Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 nanti akan melibatkan 140 kapalyacht dari 38 Negara sehingga menjadi kesempatan yang sangat baik bagi semua dalam mempromosikan pesona yang dimiliki daerah agar semakin dikenal di luar negeri.
Sebelumnya Camat Unter Iwes Evi Supiati, S.STP., M.Si melaporkan bahwa Kecamatan Unter Iwes berkomitmen untuk mulai bergerak dalam pencanangan sampah. Masalah yang selama ini selalu menjadi bahan pemikiran. Untuk tetap fokus pada program tersebut, diperlukan kemauan dan komitmen yang kuat dari semua pihak. Pemerintah Kecamatan membentuk Bank Sampah di Desa Nijang yang dikelola oleh Karang Taruna dan melalukan gerakan pemilahan sampah terutama pada rumah tangga, di setiap pertemuan, acara, monitoring wilayah bahkan ketika hanya berpapasan dan bertegur sapa.
Disampaikan juga di beberapa desa di Kecamatan Unter Iwes saat ini mulai aktif dengan pengolahan limbah sampah yang dapat menjadi karya seni kerajinan. Semangat yang sudah terbangun tersebut perlu diapresiasi, didampingi, dan difasilitasi agar tangan kreatif itu tidak layu dan mati di tengah jalan, dan dapat terus menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat serta perkembangan khususnya bagi Pemerintah Kecamatan Unter Iwes.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa dilaksanakannya GGBRM tahun ke-15 tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk menggeliat semangat gotong royong dan peran aktif masyarakat dalam membangun dan berlandaskan swadaya masyarakat sebagai system nilai sosial budaya yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat agar merasa memiliki dan bertanggungjawab dalam melaksanakan, memanfaatkan, dan melestarikan semangat. Spirit gotong royong juga menjadi amat relevan dengan kebijakan pemerintah khususnya terkait dengan penggunaan dana desa yang pada tahun ini mensyaratkan teralokasinya minimal 30 % dari seluruh belanja di bidang pembangunan. Ini harus dialokasikan untuk Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Komitmen tersebut yang dibalutkan dengan sinergitas program dan kegiatan serta spirit gotong royong sebagai roh, merupakan determinan penting yang sangat kontributif pada ikhtiar pencapaian Visi “Sumbawa Hebat dan Bermartabat”. (SR)






