MATARAM, SR (11/08/2018)
Sudah ratusan nyawa hilang, seribuan orang terluka dan mengungsi serta ribuan rumah rusak akibat gempa beruntun di Pulau Lombok, namun sejauh ini pemerintah belum menetapkannya sebagai bencana nasional. Hal ini membuat dua tokoh NTB asal Sumbawa, H. Johan Rosihan ST dan Nurdin Ranggabarani SH MH, geram dan berteriak.
Menurut H Johan Rosihan yang juga Anggota DPRD NTB, Jumat (10/8) bencana gempa Lombok dengan dampak yang sangat berat dan parah tidak akan bisa diselesaikan dengan kemampuan daerah (NTB). Selain dampak dan kemampuan kata dia, bencana Gempa Lombok sebagai destinasi wisata dunia tentu menimbulkan simpati yang luar biasa bukan hanya voulenter lokal tapi juga luar negeri. Karenanya Johan yang kini tercatat sebagai Caleg DPR RI dari PKS mendesak status Gempa Lombok segera dinaikkan menjadi bencana nasional. Jika telah ditetapkan sebagai bencana nasional, maka Presiden segera menindaklanjutinya dengan Inpres penanganan pasca gempa, membangun rumah rakyat, fasilitas umum dan lainnya dalam bentuk crash program APBN, karena kemampuan keuangan Pemprov NTB tidak akan mampu untuk penanganan pasca gempa Lombok tersebut. “Status bencana nasional akan membuka ruang partisipasi lembaga-lembaga internasional dan negara sahabat yang peduli dengan dampak gempa ini. Kami meminta kepada pemerintah pusat, agar meminta panitia Asian Games untuk melakukan doa bersama pada saat pembukaan ajang dunia itu sebagai bentuk solidaritas antar bangsa atas musibah nasional Gempa Lombok ini,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan koleganya yang juga tokoh NTB asal Sumbawa, Nurdin Ranggabarani SH MH yang meminta semua pihak untuk bersatu memperjuangkan perubahan status bencana di NTB menjadi bencana nasional. “Mari bersatu, bergandengan tangan, perjuangkan gempa Lombok sebagai bencana nasional, sehingga negara dapat terlibat dan memiliki tanggungjawab yang lebih besar dan terstruktur massif serta terbentuknya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok-Sumbawa, NTB,” tuturnya usai menyalurkan bantuan di KLU.
Dengan status tersebut sambung Nurdin Raba—sapaan politisi PPP yang kini menjadi Caleg DPR RI, secara otomatis akan membuka pintu bagi hadirnya relawan internasional dan keterlibatan dunia internasional dalam penanggulangan, rehabilitasi dan rekonstruksi. Tentunya pemulihan dapat dilakukan dengan lebih cepat. “Intinya saat ini, sudah saatnya bersatu padu, bagaimana pemulihan berbagai bidang dapat dilakukan dengan cepat,” pungkasnya. (JEN/SR)







