SUMBAWA BESAR, SR (03/08/2018)
TK Pertiwi Sumbawa Besar dan SDN Sering di Kecamatan Unter Iwes (UI) berhasil mewakili Provinsi NTB dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional. Kamis (2/8) kemarin, Tim Penilai LSS pusat tiba di Sumbawa untuk melakukan penilaian terhadap dua sekolah tersebut. Kedatangannya disambut hangat Bupati Sumbawa di Ruang Rapat H. Hasan Usman Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa. Selain bupati, ikut menyambut Sekda, para Asisten, Pimpinan OPD dan Camat Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, B.Sc menyatakan bahwa kegiatan Lomba Sekolah Sehat tersebut dilaksanakan agar memberi manfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat yang dimulai dari dunia pendidikan. Tujuan dari lomba tersebut adalah untuk memberikan motivasi dan sekaligus penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di masing-masing penyelenggara pendidikan di daerah. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif di sekolah sebagai sarana belajar bagi anak didik, sehingga dapat menghasilkan anak-anak yang cerdas dan sehat.
Dijelaskan pula dengan terpilihnya TK Pertiwi Sumbawa Besar dan SDN Sering di Kecamatan Unter Iwes dalam LSS mewakili Provinsi NTB merupakan jerih payah dari jajaran sekolah, dukungan orang tua murid, dan masyarakat Sumbawa pada umumnya. Semua itu mencerminkan betapa pentingnya kebersamaan antara Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat dalam setiap program pembangunan. “Dengan kebersamaan, hampir setiap tahun sekolah yang ada di Kabupaten Sumbawa dapat masuk nominasi nasional mewakili Provinsi NTB dalam LSS di tingkat nasional. Tahun 2017 lalu, SD Brang Rea di Kecamatan Moyo Hulu dan SMP 1 Alas yang mewakili Provinsi NTB di tingkat Nasional. Tahun ini berharap salah satu sekolah kami dapat meraih juara,” pungkas Bupati.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat, Susinggih, S.IP menyampaikan bahwa Usaha Kesehatan Sekolah telah memainkan peranan penting dalam membentuk kesadaran untuk meningkatkan kesehatan. Upaya peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada peserta merupakan mata rantai yang
penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan penduduk. Keberhasilan dalam meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik yang sangat rentan dan rawan terhadap berbagai macam penyakit merupakan sebuah investasi besar yang menjadi modal bagi bangsa dimasa yang akan datang. Peningkatan pelaksanaan program UKS akan menjadi perhatian, mulai dari TPU UKS pejabat, madrasah, guru, kepala sekolah, orang tua, peserta didik dan masyarakat. Bila semua memiliki pandangan dan komitmen yang sama, maka program tersebut akan menjadi suatu program yang memiliki nilai strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. UKS yang ada di NTB masih memiliki kekurangan dan belum berjalan dengan baik. masih kurang bekerjasama antar sesama dinas. Dikatakan pula bahwa untuk kategori pemenang Lomba Sekolah Sehat yang ada di perkotaan akan dinilai berdasarkan sarana dan prasarana yang sangat baik, sedangkan yang di pedesaan akan dinilai berdasarkan kategori pencapaian terbaik. Hal tersebut dikarenakan sekolah yang ada di pedesaan belum mempunyai sarana dan
prasarana yang baik, namun memiliki usaha dan keinginan yang tinggi untuk menerapkan sekolah sehat. Diharapkan pula kegiatan UKS tidak berhenti sebatas lomba sekolah sehat saja, tetapi menjadi budaya pola untuk hidup bersih dan sehat. (JEN/SR)






