Tinjau Korban Gempa Sumbawa, Mensos Gelontorkan Bantuan 89 Milyar

oleh -325 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (26/08/2018)

Kementerian Sosial menggelontorkan bantuan senilai Rp 89 miliar ke Kabupaten Sumbawa. Bantuan tersebut dibawa langsung Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kertasasmita saat meninjau korban gempa Sumbawa di Posko Utama Kantor Bupati, Minggu (26/8) siang tadi. Mensos yang baru dilantik beberapa hari lalu menggantikan Idrus Marham yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK ini, tiba pukul 09.25 Wita. Kehadiran Mensos bersama Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Hari khidmat dan Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc ini disambut Bupati Sumbawa yang didampingi Wakil Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah beserta Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Syamsul Huda, Kapolres AKBP Yusuf Sutejo SIK, Kajari Sumbawa Paryono SH dan Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Dr. Drs. A Rachman Alamudy SH M.Si. Saat itu Mensos menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada Bupati Sumbawa, HM. Husni Djibril B.Sc. Bantuan ini terdiri dari bantuan permakanan sebesar Rp 750 juta, bantuan perlengkapan pengungsian sebesar Rp 666 juta lebih. Santunan bagi ahli waris korban gempa yang meninggal dunia Rp 150 juta, bantuan PKH Rp 42 miliar lebih dan bantuan beras sejahtera (Rastra) Rp 44,9 miliar. Selain itu bantuan cadangan beras pemerintah Rp 1 miliar lebih.

Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kertasasmita mengatakan, setelah dilantik dia langsung diperintah presiden untuk segera berkunjung ke Lombok dan Sumbawa untuk melihat secara langsung penanganan bencana yang terjadi di dua pulau tersebut. Mensos juga ingin memastikan masyarakat yang menjadi korban dapat terlayani dengan baik dan kebutuhannya terpenuhi, serta tidak adanya keluhan.

Mensos juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi musibah. Dalam hal itu, masyarakat tidak sendiri karena pemerintah tiap tingkatan akan selalu mendampingi masyarakat dari awal bencana hingga proses pemulihan, sehingga masyarakat bisa kembali ke rumah dan menjalani kehidupannya secara normal. “Nanti para petugas dari Dinas Sosial juga akan selalu mendampingi masyarakat. Masyarakat jangan ragu untuk menyampaikan apapun kebutuhannya. Karena setiap masalah harus dicarikan jalan keluarnya. Dan kamipun akan memberikan perhatian,” ungkapnya.

Untuk rumah rusak berat, pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta. Santunan itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kembali membangun dan memperbaiki rumah. Selain itu Kementerian Sosial juga akan memperhatikan isi rumah para korban. Mereka akan diberikan dana jaminan hidup sebesar Rp 300 ribu per bulan. “Kami akan mempermudah segala proses yang dilalui Pemda Sumbawa dalam upaya memperjuangkan warganya mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc melaporkan, bahwa terdapat 15 kecamatan terdampak gempa, tiga di antaranya paling parah, yakni Kecamatan Alas Barat, Alas dan Buer. Di Kecamatan Alas Barat 3.539 unit rumah rusak, Alas 3.342 unit rumah rusak dan Kecamatan Buer 1.325 unit rusak. Selain itu Kecamatan Utan 344 unit, dan Lunyuk 395 unit. “Tidak hanya gempa, tercatat 24 rumah di Pulau Bungin hangus terbakar. Ini juga awalnya disebabkan gempa,” tambah Bupati.

Karenanya Bupati mengaku bersyukur atas kehadiran Mensos untuk melihat secara langsung kondisi pasca musibah. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di Kabupaten Sumbawa.

Dalam kesempatan itu Mensos beserta rombongan menyempatkan diri meninjau anak-anak yang berada di posko penanggulangan bencana. Setelah itu mengunjungi para korban gempa di pengungsian tiga kecamatan terparah yakni Alas, Alas Barat dan Buer. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *