Survey OMI: Pileg 2019, Pertarungan Ide, Bukan Caleg Tua Vs Muda

oleh -342 Dilihat
Muammar Khadafie, Direktur OMI

SUMBAWA BESAR, SR (26/08/2018)

Perhelatan akbar pesta demokrasi di Bumi Pertiwi pada 2019 mendatang tak terasa sudah di depan mata. Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) dilaksanakan bersamaan. Pada Pileg kali ini nampak berbeda dari Pileg 2014 silam. Perbedaan yang paling mencolok adalah keikutsertaan para calon legislator muda di berbagai daerah. Tingginya kesadaran pemuda untuk terjun ke kancah politik praktis dipadang Olat Maras Institute (OMI)—sebuah lembaga survey terkemuka, karena murni panggilan jiwa.

Langkah dan nawacita para pemuda calon legislator ini sangat luar biasa dikarenakan berdasarkan survei yang dilakukan MOI se-Pulau Sumbawa pada periode April-Juni 2018 lalu menyatakan bahwa minat dan kepercayaan masyarakat kepada pemuda sangat tinggi yakni mencapai 53%. Sedangkan kepercayaan terhadap calon legislator tua hanya 42%, 5% belum menentukan pilihan. “Metodologi survei yang digunakan OMI adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% margin of error 2.6%, dari jumlah responden 863 orang se Pulau Sumbawa,” ungkap Muammar Khadafie—Direktur OMI, belum lama ini.

Tingginya tingkat kepercayaan pemilih terhadap calon legislator muda ini kata Khadafi—sapaan dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini, dikarenakan pemuda itu identik dengan semangat perubahan. Pemuda adalah perubahan, dimana perubahan dipastikan ada andil para pemuda tangguh.

Menurut putra kelahiran Desa Tongo Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini, 2019 adalah pertarungan ide dan gagasan. Calon anggota legislatif yang memiliki ide dan gagasan membangun serta bisa diaplikasikan dalam bentuk kerja nyata dan cerdas yang lebih berpeluang menang. “Kita kaya akan pemuda potensial, cedas dan punya semangat membangun yang sangat tinggi dan original idealism. Mereka masih mempunyai idealisme murni yang belum tersentuh dan terkontaminasi dengan apapun,” bebernya.

Lantas bagaimana kepeecayaan public terhadap calon legislator “tua” ? Khadafi menyebutkan tingkat kepercayaan pemilih kepada calon legislator tua masih tinggi yaitu 42%. Para calon legislator tua itu memiliki senjata pamungkas yaitu pengalaman. Apalagi mereka incumbent yang cenderung menguasai logistik dalam bentuk dana aspirasi maupun basis massa jika dapat terpelihara dengan baik. Bukan hanya itu, kekuatan lainnya adalah kaum tua memiliki ide dan gagasan yang sama dengan para pemuda. Terlepas dari itu semua politik itu dinamis, perubahan bisa saja terjadi last minute. “Mari berkarya membangun sebuah peradaban mulia agar terciptanya keadilan dan kesejahteraan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” cetusnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *