SIKIM di Sumbawa Sangat Spesifik, Terintegrasi Kampus dan STP 

oleh -795 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (21/08/2018)

Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM) di Kabupaten Sumbawa pada Tahun 2018 ini tengah berjalan. Direncanakan pembangunannya dilakukan secara bertahap selama tiga tahun hingga 2020. Karena itu SIKIM yang keberadaannya diinisiasi Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc selaku pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang juga Gubernur NTB terpilih ini harus terwujud agar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan daerah. Karenanya untuk mewujudkan gagasan membangun kawasan yang mengintegrasikan kampus, Techno Park dan Sentra Industri di Kabupaten Sumbawa ini, diperlukan kesamaan persepsi dan komitmen para pihak baik pusat maupun daerah, unsur pelaksana dan aparat penegak hukum. Dukungan para pihak ini sangat penting karena SIKIM diharapkan menjadi rule model pembangunan kawasan industri di kawasan timur Indonesia. Untuk itu Pemda Sumbawa melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Sentra IKM di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Senin (20/8). Hadir pada FGD yang dipandu Dr. Dedi Heriwibowo ini di antaranya Bupati Sumbawa diwakili Sekda Drs. H. Rasyidi Mukhtar, Gubernur NTB terpilih Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc, Direktur Pengembangan Wilayah Industri III Kementerian Perindustrian Ir. Sri Yunianti M.Si, Kadis Perindag Sumbawa Drs. H. Arif M.Si, TP4D Sumbawa diwakili Anak Agung Raka SH, Lenny Martha Barimbing SH dan Rahajeng Dinas Hanggarjani SH, Kepala Inspektorat Drs. H. Hasan Basri, Kadis Peternakan Ir. Talifuddin M.Si, Kadis Nakertrans Ir. Syafruddin M.Si dan sejumlah kepala OPD dan PPK.

Bupati Sumbawa diwakili Sekda Drs. H. Rasyidi saat membuka FGD, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. Zulkieflimansyah dan dukungan Kementerian Perindustrian yang mendorong lahirnya kawasan industry baru dengan kehadiran SIKIM di Kabupaten Sumbawa. Ia menyakini keberadaan SIKIM akan berdampak positif bagi kemajuan daerah di masa mendatang. SIKIM akan menjadi pasangan serasi Science Techno Park (STP) yang merupakan pusat pengembangan teknologi, inkubasi bisnis dan sertifikasi produk, di samping didukung keberadaan kampus UTS yang siap dengan sumberdaya manusianya. Karena itu melalui FGD ini, Sekda berharap terbangun kesepakatan dalam rangka mempercepat terwujudnya SIKIM sehingga dalam waktu yang tidak lama dapat dirasakan asas manfaat dari keberadaannya. Tentunya ini tugas bersama semua perangkat daerah di Kabupaten Sumbawa dengan mengambil peran masing-masing. “Mari kita bergandengan tangan untuk berpastisipasi sehingga niat awal pembangunan SIKIM ini dapat menjadi nyata. Jika ada persoalan mari kita mencari alternatif pemecahannya, sehingga keterlibatan kita baik pikiran, ide dan lainnya mampu menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc menegaskan bahwa daerah tidak akan maju tanpa industrialisasi. Karena itulah Ia menginisiasi adanya kawasan industry dan bisnis di Kabupaten Sumbawa. Salah satunya dengan mendorong pemerintah membangun Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM) di daerah ini. Agar SIKIM ini bagus dan berjalan lancar, Dr. Zul meminta dikawal dan didampingi dalam pengerjaannya. Ia tidak ingin ada persoalan hukum sehingga pembangunannya terganjal. Untuk itu Dr. Zul meminta pihak kejaksaan melalui TP4D dapat mengawal dan tidak memberikan toleransi kepada pihak-pihak yang ingin menghambat pelaksanaan SIKIM. Ia tidak ingin kesalahan kontraktor menghambat program pembangunan. “Tugas besar kita, bagaimana keberadaan SIKIM ini dapat menarik investor datang dan berinvestasi. Kita sudah siapkan SDM dengan keberadaan UTS dan lainnya, serta teknologi dengan keberadaan STP. Sebagai GUbernur NTB yang akan dilantik bulan depan, tugas saya adalah memastikan semua ini terjadi. Kita ingin SIKIM ini bagus sehingga ada sesuatu yang bisa dibanggakan oleh pemerintah kita. Saya akan pastikan betul SIKIM ini menjadi contoh sukses sehingga bisa dikloning ke daerah lain,” tandasnya.

Direktur Pengembangan Wilayah Industri III Kementerian Perindustrian Ir. Sri Yunianti M.Si menilai keberadaan SIKIM di Sumbawa sangat spesifik. Dan satu-satunya menjadi contoh di Indonesia karena terintegrasi dengan STP dan UTS. “Biasanya SIKIM dibangun berdiri sendiri. Tapi di Sumbawa ini sangat komplit,” pujinya.

Pembangunan SIKIM di Kabupaten Sumbawa, ungkap Yunianti, merupakan strategi pengembangan perwilayahan industry. SIKIM di Sumbawa menjadi salah satu program pemerintah pusat untuk membangun 22 SIKIM masing-masing 11 di Kawasan Timur Indonesia dan 11 di Kawasan Barat Indonesia. Dalam mewujudkan SIKIM khusus di Sumbawa—satu-satunya di NTB, pihaknya telah mengalokasikan dana DAK Tahun 2018.

Hal ini diakui Kadis Perindag Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Arief M.Si. Untuk Tahun 2018 ini, pihaknya menerima alokasi dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 7,65 Miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan sarana dan prasarana (fisik) yakni jembatan, gedung pengelola, gedung produksi dan jaringan listrik. “Sejauh ini progress pembangunan fisik SIKIM sudah mencapai lebih dari 17 %,” ungkapnya.

Untuk tahun 2019, pihaknya berencana akan kembali mengusulkan anggaran sebesar Rp 27,6 miliar. Dana ini untuk pengadaan mesin peralatan produksi pengolahan rumput laut, pembangunan sarana air bersih, pembangunan jalan lingkungan, pagar keliling sentra, drainase/sanitasi, gudang bahan baku dan gudang hasil produksi. Selanjutnya 2020 juga diusulkan anggaran untuk rencana kegiatan yaitu pembangunan mesin peralatan produksi pengolahan daging, pembangunan gerbang sentra, pos jaga, pengadaan bangunan dan mesin genset, landskap, pembangunan gedung UPT, pengadaan mesin dan peralatan UPT, serta pengadaan peralatan perkantoran.

Haji Arief juga memaparkan rencana outcome SIKIM Sumbawa. Yakni produksi pengolahan rumput laut yaitu menghasilkan chip dan keragenan. Kemudian produksi pengolahan daging menghasilkan cornel beku, dendeng dan sosis. Multiplier effect dengan terbangunnya SIKIM, sambung Haji Arief, terjadi peningkatan nilai tambah (dengan mengurangi penjualan dalam bentuk barang atau bahan baku). Perluasan dan penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan IKM. “Produk ini sangat potensial karena didukung dengan ketersediaan rumput laut dan populasi ternak yang memadai. Dua produk itu menjadi unggulan di Kabupaten Sumbawa, bahkan terbesar di NTB,” tandasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *