SUMBAWA BESAR, SR (20/08/018)
Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, tak pernah berhenti dalam misi kemanusiaan terkait bencana gempa bumi yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa. Belum sempat bercengkrama dengan keluarga setelah belasan hari menangani korban gempa di Kabupaten Lombok Utara dengan membangun Posko Dapur Umum Lapangan (Dumlap), membantu evakuasi korban, assesment dan trauma healing, kini personil TAGANA Sumbawa digeser ke Kecamatan Alas dan Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa. Pergeseran ini menyusul peristiwa gempa bumi 7,0 SR yang mengguncang Kabupaten Sumbawa dengan lokasi terparah di Alas dan Alas Barat. Di tempat itu seratusan orang terluka akibat tertimpa reruntuhan, dan puluhan rumah rusak. Selain itu ribuan jiwa mengungsi dengan membangun tenda-tenda darurat.
Komandan TAGANA Sumbawa, Dedi Susanto S.Pd.I yang dihubungi SAMAWAREA, Senin (20/8), mengatakan, penanganan cepat korban gempa harus dilakukan. Sebab saat ini para pengungsi di Alas dan Alas Barat sebagai lokasi terparah membutuhkan bantuan yang bersifat darurat. Karena itu Disos bersama TAGANA bertolak ke Alas untuk membangun dapur umum lapangan. Alas menjadi sentral posko untuk menangani korban gempa yang tersebar di Alas dan Alas Barat. Sebelumnya, TAGANA dan Disos memberikan bantuan awal berupa nasi ratusan bungkus dan terpal untuk para pengungsi.
Dikatakan Dedi—sapaan akrab pria berjiwa sosial tinggi ini, personil TAGANA berada di Alas dan Alas Barat selama 5 hari dan bisa diperpanjang tergantung situasi. Di sana nanti selain melayani kebutuhan makanan cepat saji untuk para pengungsi serta trauma healing terhadap korban gempa khususnya anak-anak. Pendataan juga akan dilakukan sebagai dasar bagi pemerintah baik daerah maupun propinsi dan pusat untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
Untuk diketahui data sementara yang diterima Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa dari pemerintah desa dan kecamatan Alas dan Alas Barat, tercatat korban meninggal 2 orang, 31 luka-luka termasuk 6 orang yang dirujuk ke RSUD Sumbawa. Kemudian rumah rusak berat tersebar di beberapa desa, di antaranya Desa Labuan Mapin 90 rusak berat, 263 sedang dan 70 ringan, Usar Mapin berat sedang ringan bertotal 936 unit, Lekong 50 rusak sedang. Gontar Baru 84 berat, sedang 49 dan ringan 135, Mapin Kebak 462 berat, 177 sedang dan 152 ringan. Gontar 49 berat 67 sedang, dan 98 ringan. Kalimango 420 rusak, Desa Dalam 450, Labuan Alas 100, Juran Alas 420, Desa Luar 400, Desa Baru 380, dan Marente 10. Mengingat ini data sementara, kemungkinan bisa bertambah. Namun demikian tim TAGANA akan melakukan assessment guna melakukan verifikasi terhadap data yang masuk tersebut. (JEN/SR)






