SUMBAWA BESAR, SR (24/08/2018)
Berempati atas musibah gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya, masyarakat dari semua komunitas di Kabupaten Sumbawa melakukan penggalangan bantuan. Penggalangan dilakukan komunitas yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) ini dalam bentuk barang juga dalam bentuk uang.
Ketua FKLE Kabupaten Sumbawa, Agus Heryanto menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para ketua lintas etnis di Kabupaten Sumbawa. Ketika awal gempa terjadi di Lombok Minggu (29/7) lalu, dirinya langsung mengontak ketua lintas etnis. ‘’Rupanya rekan-rekan merespon positif dan langsung melakukan rapat untuk menentukan Posko. Dalam waktu tiga hari sejak Posko terbentuk jumlah barang yang menjadi keperluan korban gempa berdatangan. Seperti pakaian, sepatu, selimut, air dan sebagainya. Ada juga dalam bentuk uang. Namun uang kami jadikan barang,’’ jelasnya.
Distribusi untuk bantuan gempa di Lombok sudah dilakukan. Untuk memudahkan distribusi ke lokasi gempa, FKLE juga membuat Posko di Mataram. “Sampai hari ini, barang terus berdatangan di Posko kami yang berlokasi dalam kawasan GOR Mampis Rungan,’’ kata Agus, Jumat (24/8) kemarin.
Tidak hanya korban gempa di Pulau Lombok, FKLE juga memberikan perhatian serius terhadap korban gempa di wilayah Kabupaten Sumbawa seperti di Kecamatan Alas, Alas Barat maupun Buer. Bantuan untuk korban gempa di sana sudah didistribusikan.
Sementara Ketua Ikatan Keluarga Lombok Sumbawa (IKLS), H. Lalu Budi Suryata SP mengaku sangat sedih dan terharu atas musibah yang terjadi di Lombok Timur, KLU dan sekitarnya termasuk di Kabupaten Sumbawa. Akibat gempa tersebut banyak korban meninggal, luka-luka dan kerugian materi yang tidak sedikit. Dipastikan juga para korban sudah tidak nyaman lagi baik secara fisik maupun psikis. “Saya dapat informasi dari Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah bahwa sampai hari ini pendataan terus dilakukan untuk mengetahui jumlah korban gempa dan terus mengidentifikasi setiap perkembangan yang terjadi,” kata Lalu Budi yang masih berada di Tana Suci Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.
Lalu Budi yang juga Ketua DPRD Sumbawa ini menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten yang telah mengambil langkah tanggap darurat selama seminggu. Ia berharap apa yang menjadi kebutuhan mendesak warga itu yang segera didistribusikan. ‘’Kami berharap juga kepada masyarakat dan pihak swasta ikut membantu dengan ikhlas atas apa yang dialami warga akibat bencana gempa bumi yang terjadi. Baik di Pulau Lombok maupun di Sumbawa,’’ harapnya. (SR)






