Didanai Kemenristek-Dikti, KKN-PPM UNSA Tingkatkan Kualitas Pakan Ternak

oleh -368 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (02/08/2018)

Universitas Samawa (UNSA) kembali memperoleh pendanaan dan kepercayaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Pendanaan tersebut diterima untuk kedua kalinya oleh universitas tertua di Pulau Sumbawa itu pada Tahun 2018 ini. Salah satu judul KKN-PPM Universitas yang lolos dan didanai menurut Kemenristekdikti adalah “Optimalisasi Embung Rakyat untuk Meningkatkan Debit Guna Mengairi Pakan Ternak Desa Poto”, yang diketuai Didin Najimuddin, ST., MT, dan Asrul Ramdani S.Si.,M.Si sebagai anggota tim, serta melibatkan 30 mahasiswa.

Didin Najimuddin, ST.,MT adalah dosen Fakultas Tehnik Universitas Samawa yang berhasil meloloskan proposal pengabdian masyarakat ke Kemenristekdikti melalui program KKN-PPM. Fokus dari program tersebut adalah pemberdayaan masyarakat menggunakan air embung rakyat dalam meningkatkan kualitas pakan ternak di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir Sumbawa Besar. Latar belakang lahirnya ide ini, bahwa Desa Poto salah satu desa di Kecamatan Moyo Hilir yang mempunyai peternakan sangat banyak, serta memiliki lahan pegunungan yang besar dan luas, sehingga kesiapan pakan ternak beserta kualitasnya harus terjamin. Di Desa Poto juga memiliki kelompok ternak Bunga Resa yang memiliki luas lahan 27 Ha. Untuk melancarkan proses kegiatan KKN PPM ini, kelompok mitra bersedia memberikan lahan agar kegiatan ini berjalan dengan baik sehingga permasalahan kekurangan air dapat diatasi dengan normalisasi, pembuatan reservoir, jaringan irigasi tetes dan dapat menyuburkan pakan ternak. Di Desa Poto, kelompok ternak ini banyak memberikan konstribusi penjualan ternaknya kepada pengusaha khususnya penjualan hewan kurban ke Sulawesi, Jawa dan NTB. Permasalahan yang dirasakan pemilik ternak Bunga Resa dan masyarakat Desa Poto adalah belum adanya upaya dan pengembangan yang baik dalam melakukan optimalisasi embung rakyat yang berhubungan dengan penggunaan air. Di samping itu, embung rakyat yang bisa menjadi potensi dalam meningkatkan kualitas pakan ternak pun sudah tidak dimanfaatkan. Akibatnya mengalami pendangkalan yang disebabkan tertahannya sedimentasi sehingga debit air berkurang. Daerah yang dijadikan lokasi KKN-PPM, Dusun Bekat Tengah, Dusun Bekat Pungka, Dusun Tengke A dan Dusun Tengke B. Semua dusun tersebut daerah pegunungan yang memiliki banyak hewan ternak, namun tidak tersedia asupan pakan yang memadai dan berkualitas.

Untuk meningkatkan pemahaman warga Desa Poto serta kelompok ternak, kegiatan KKN-PPM ini melakukan pelatihan yang intensif tentang teknologi irigasi tetes serta pendampingan tata cara memelihara pakan ternak agar rumput tetap sehat. Pelatihan ini dilakukan selama satu hari dengan agenda kegiatan memberikan pemahaman kepada masyarakan teknologi irigasi tetes, cara membuat pakan yang berserat tinggi. Dampak dari kegiatan ini nantinya diharapkan adanya perbaikan sistem pakan tenak bagi masyarakat dengan cara terbaru, dan peningkatan ekonomi masyarakat. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *