Home / Ekonomi / PLTU Sumbawa 2 Segera Dibangun di Perbatasan Teluk Santong—Gapit
Kabag Pertanahan Setda Sumbawa, Abdul Haris S.Sos

PLTU Sumbawa 2 Segera Dibangun di Perbatasan Teluk Santong—Gapit

KERJASAMA MEDIA ONLINE SAMAWAREA DENGAN BAGIAN PERTANAHAN SETDA KABUPATEN SUMBAWA

Kini Dalam Tahap Persiapan

SUMBAWA BESAR, SR (25/08/2018)

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Sumbawa bakal bertambah. Pasalnya PLTU Sumbawa 2 berkapasitas 2×50 Mega Watt (MW) tersebut akan segera dibangun. Saat ini tengah dilakukan tahap persiapan yakni perencanaan dan pengadaan tanah. Sebab pembangunan PLTU itu harus sudah terlaksana pada Tahun 2019. Lokasinya di Labuhan Teluk Santong Kecamatan Plampang dan Desa Gapit Kecamatan Empang. Sebelumnya PLTU sudah dibangun di Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Saat dikonfirmasi SAMAWAREA kemarin, Kabag Pertanahan Setda Sumbawa, Abdul Haris S.Sos mengakuinya. Rencana pembangunan PLTU Sumbawa 2 ini terungkap setelah adanya surat permohonan penetapan lokasi dari Kantor Wilayah PLN NTB kepada Bupati Sumbawa belum lama ini. Namun sebelum proses penetapan lokasi, ungkap Haris—akrab mantan Camat Buer ini disapa, ada proses pengadaan tanah. Dan untuk pengadaan tanah ini harus ada dokumen perencanaan pengadaan tanah. “Alhamdulillah pada rapat awal dengan pihak PLN, sudah ada dokumen perencanaan dimaksud,” ungkap Haris yang didampingi Kasubag Pengadaan Tanah, Surbini SE., MM.

Atas dasar dokumen perencanaan ini lanjutnya, Bupati Sumbawa membentuk tim persiapan pengadaan tanah pada 20 Agustus 2018 kemarin. Sekarang tim tersebut sudah bekerja yang diawali dengan melakukan pemberitahuan melalui media massa agar masyarakat mengetahui informasi mengenai pembangunan PLTU di Teluk Santong Plampang dan Desa Gapit Empang. “Rencananya tim akan melakukan sosialisasi di Plampang dan Empang, minggu depan,” kata Haris.

Dijelaskan Haris, pemberitahuan dan sosialisasi merupakan bagian dari tahapan persiapan untuk selanjutnya dilakukan pendataan awal lokasi rencana pembangunan, konsultasi public rencana pembangunan, penetapan lokasi pembangunan dan pengumuman penetapan lokasi pembangunan. Selanjutnya dilakukan tahapan pelaksanaan yang melibatkan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Penilai Publik atau Penilai Independen (Appraisal) dalam menghitung besarnya nilai ganti kerugian kepada pihak yang berhak. Untuk diketahui, pembangunan PLTU Sumbawa 2 yang dibiayai dari Anggaran Perusahaan Listrik Negara (APLN) ini membutuhkan lahan sekitar 377.750 M2 atau 37,77 Hektar. Lahan ini digunakan untuk Pembangunan PLTU Sumbawa 2 seluas 350.000 M2 (sekitar 35 Hektar), serta jalan masuk seluas 27.750 M2 (2,77 Hektar) dengan panjang jalan 2.775 meter dan lebar jalan 10 meter.

Pembangunan PLTU ini jelas Abdul Haris untuk memenuhi kebutuhan energy listrik bagi masyarakat (rumah tangga dan industri) yang saat ini semakin meningkat serta memperkuat sistem kelistrikan Pulau Sumbawa. PLTU ini sebagai beban dasar (base load) untuk menggantikan pembangkit listrik diesel yang relative lebih mahal. Dengan keberadaan PLTU akan meningkatkan keandalan (reliability) sistem kelistrikan Pulau Sumbawa. Selain itu pembangunan PLTU untuk memanfaatkan potensi energi murah guna meminimalisir penggunaan BBM (fuel mix), di samping memenuhi parameter kelayakan ekonomi dan financial. PLTU juga untuk menyediakan listrik pada waktu beban puncak dan Base Load, serta mencegah pemadaman pada waktu beban puncak dan meminimalisasi sewa mesin pembangkit dengan bahan bakar High Speed Diesel (HSD).

Mengingat pentingnya keberadaan PLTU dimaksud, Haris menghimbau seluruh elemen masyarakat yang terkena dampak secara langsung maupun tidak langsung agar dapat mendukung dan memperlancar proses pengadaan tanah untuk pembangunan PLTU Sumbawa 2 (2×50 MW) di Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Sosok Wagub Umi Rohmi Ketika SD: Sederhana dan Pintar

MATARAM, SR (12/7/2019) Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah atau yang akrab disapa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *