SUMBAWA BESAR, SR (30/07/2018)
Sebanyak 18 kelompok dari 18 OPD dan kecamatan di Kabupaten Sumbawa lolos pada babak final Lomba Inovasi Daerah Bidang Pemerintahan (LIDDA) Tahun 2018. Para nomine ini lolos ke babak final setelah melalui proses validasi kesiapannya. Peserta tersebut akan mempresentasikan inovasinya pada lomba bertema “Aktualisasi Spirit Inovasi Dalam Pelayanan Publik Menuju Sumbawa Hebat dan Bermartabat” di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (30/7) hari ini.
Para nomine ini di antaranya Dikes, Bappeda, BKAD, Diskoperindag, Setda Sumbawa, DPRKP Disnakeswan, Baskesbang-Poldagri, Dinas Dikbud, Kecamatan Sumbawa, Dinas Lingkungan Hidup, Disnakertrans, Dinas PUPR, Diskominfotik, dan Kecamatan Alas. Peserta tersebut akan dinilai 10 dewan juri yang terbagi dalam dua panel. Untuk Panel A, H. Ir. Iskandar Mc. Dev (Kepala Bappeda Sumbawa selaku coordinator, Dr. Sitti Aminah MTP (Puslit Inovasi Kemendagri), Biro Organisasi Setda Provinsi NTB, H. Agus Talino (Pimred Suara NTB), dan Kabag Tatalaksana Setda Sumbawa. Juri di Panel B adalah Dr. Dedi Heriwibowo (Kabid P2EP2 Bappeda Kabupaten Sumbawa selaku Koordinator, Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana, Dr. Arief Budi Witarto (Ketua DRD Sumbawa), Zainuddin SE (Pimred Samawarea.com) dan Agus Salam SE. M.Ec. (Akademisi UTS).
Kabid P2EP2 Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo selaku panitia kepada SAMAWAREA menjelaskan bahwa Lomba inovasi daerah bukanlah sekedar ajang perlombaan semata. Namun lomba inovasi daerah menjadi kanalisasi untuk menumbuhkan dan menyuburkan spirit inovasi. Inovasi saat ini telah menjadi begitu penting dalam aras kebijakan publik. Melalui inovasi diharapkan terus terjadi upaya perbaikan, penyempurnaan dan pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Karena itu UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, menempatkan inovasi sebagai salah satu kebijakan penting dan diatur dalam bab tersendiri, yakni Bab XXI. Bahkan saat ini amanat UU tersebut, telah dijabarkan dalam PP No. 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. “Inovasi Daerah adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah,” ujarnya.
Lebih jauh dipaparkan Doktor Dedi, tujuan inovasi daerah pada hakikatnya untuk mendukung peningkatan kinerja Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pelayanan publik. Melalui inovasi diharapkan terjadi peningkatan kinerja pada semua lini pelayanan publik sehingga dapat mempercepat terwujudkan kesejahteraan rakyat. Tahun 2018, bagi Kabupaten Sumbawa yang memasuki usia ke-59 sejak pembentukannya dan merupakan tahun ketiga dalam era pemerintahan Husni-Mo, sekaligus tahun yang amat penting. Pada tahun ini diperlukan inovasi dalam mengakselerasi terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat. Untuk itu, inovasi diangkat menjadi tema sentral. Tema ini bertepatan dengan kebijakan Pemerintah Daerah untuk menjadikan Tahun 2018 sebagai Tahun Inovasi. “HUT Kabupaten Sumbawa menjadi kesempatan berharga untuk menjadikan inovasi sebagai semangat kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). LIDDA 2018 sebagai kanalisasi mengaktualkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” imbuhnya.
Mengenai pelaksanaan LIDDA 2018 ini, Doktor Dedi mengatakan, ajang tersebut dimaksudkan untuk menjadikan HUT Kabupaten Sumbawa ke-59 sebagai momentum dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik melalui inovasi. Mengarusutamakan (mainstreaming) inovasi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melalui pengarusutamaan ini diharapkan setiap aparatur dan OPD dapat memikirkan cara-cara baru dalam bekerja yang berimplikasi pada peningkatan kinerjanya. Selain itu Mewujudkan Satu OPD Minimal Satu Inovasi (SOMSI) di Tahun 2018. Melalui LIDDA dapat dikembangkan inovasi-inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Melalui lomba ini diharapkan terbuka ruang yang luas bagi ide-aksi inovasi dan menjadi insentif bagi inovator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR)






