Beberkan Kunci Kemenangan, Dr Zul: Harus Think Win-win !  

oleh -677 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (15/07/2018)

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri,” demikian diungkapkan Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengutip penggalan Al Qur’an surat Ar-Rad saat menjadi khatib sekaligus Imam Sholat Jumat di Masjid Al Mu’minun, Karang Goreng Kelurahan Samapuin, Sumbawa, Jumat kemarin.

Dr Zul—akrab figur yang baru terpilih sebagai Gubernur NTB 2018—2023 ini mengatakan bahwa penggalan surat Ar-Rad itu sangat populer karena sesuatu hal yang menjadi pemicu untuk merubah diri seseorang dalam menentukan hidupnya. Terkait dengan ayat Al-Qur’an tersebut, Doktor Zul memaparkan isi buku karya Steven Kahfi yang mengungkap kunci menjadi manusia yang menang dan jalan sukses bagi orang-orang ‘besar’. Buku tersebut memaparkan kebiasaan dan karakter orang yang menang untuk dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, adalah pro-aktif. Jika umat Islam ingin memenangkan sesuatu maka setiap kebiasaan dari awal hingga akhir harus bersikap dan bertindak pro-aktif. Pro aktif adalah suatu kebiasaan tidak menunggu perintah atau keinginan orang lain. “Kalau kita ingin sukses, ingin menang, proaktif itu adalah kesadaran, kemauan, dan aksi kita,” imbuhnya.

Kunci kedua, hidup harus memiliki rencana. Orang menang itu adalah yang selalu membayangkan hasil akhirnya sudah ada dalam pikirannya. Contoh sederhana, Pemilu Gubernur NTB 27 Juni kemarin. Orang yang menang, sebelum 27 Juni terjadi, dalam pikirannya sudah ada bayangan kalau menang suaranya berapa, menangnya dimana, cara mencapainya itu seperti apa. “Itu semua kita hadirkan, harus terinternalisasikan di dalam pikiran kita,” ucap Dr Zul.

Ketiga, membuat prioritas. Menurut Dr Zul, kalau orang tidak memiliki prioritas maka tidak akan fokus bekerja. Ketika diarahkan ke kanan akan mengikuti arah tersebut demikian ketika diarahkan ke kiri. Orang yang tidak focus akan mengalir tanpa arah dan tanpa tujuan, sehingga tidak memiliki hasil akhir. “Orang yang punya hasil akhir di dalam pikirannya akan fokus dalam bekerja, akan tekun dalam melangkah,” ujarnya.

Terakhir ungkap Doktor Zul, orang yang menang dan sukses adalah ‘think win-win’ bagaimana membiasakan diri berpikir menang-menang. Think win-win adalah kebiasaan orang besar, orang yang menang, orang sukses dan orang yang bahagia dalam hidupnya. Mereka selalu berpikir menang-menang bukan berpikir menang kalah. “Jangan sampai kita berpikir kita menang, orang lain kalah. Jangan juga kita berpikir orang lain menang, kita kalah. Bagaimana semuanya menang, bahagia, ceria dan tidak ada satupun yang menderita. Kita sering kalah dalam pertarungan karena tidak berpikir think win-win,” tandasnya.

Terkadang orang menderita dan merasa kalah ketika melihat orang lain bahagia, membeli mobil, dan jabatannya naik. Ini karena tidak ada “think win-win” di dalam dirinya. Think win-win merupakan kematangan, dan kepintaran seseorang dalam menata hati dan perasaan untuk melihat setitik cahaya di ujung terowongan. Orang yang berpikir “think win-win” akan selalu berbaik sangka dan meyakini bahwa Allah lebih mengetahui yang terbaik buatnya serta menjadikannya hikmah dan pelajaran yang luar biasa. “Kalau orang lain bahagia kita juga merasa bahagia, jangan kita yang menderita. Kita mesti bersyukur dan mampu menata hati kita, karena suatu saat kesuksesan orang lain mungkin giliran kita karena saat ini Allah lebih mengetahui bukan yang terbaik buat diri kita. Setiap kita melangkah apapun keputusan yang kita terima kita akan sikapi dengan senyuman, rasa bahagia dan rasa syukur kepada Allah sehingga apapun yang terjadi pada kita, Allah akan menentramkan dan membahagiakan sikap, perasaan, hati dan eksepresi kita dalam kehidupan ini. Kalau kebiasaan-kebiasaan ini mampu kita terapkan, hidup kita akan berubah, keluarga, dan masyarakat kita juga akan berubah ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *