SUMBAWA BESAR, SR (25/05/2018)
UPT Puskesmas Brangbiji Unit 2 maju mewakili Kabupaten Sumbawa mengikuti Lomba Puskesmas MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) tingkat Nasional. Terkait dengan lomba ini, tim pusat datang melakukan penilaian. Kehadiran tim di Puskesmas Brangbiji Sumbawa, Jum’at (25/5) pagi tadi disambut Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, perwakilan Kepala BKKBN Provinsi NTB, Kepala UPT Puskesmas, Pimpinan OPD, Wakil Ketua Bhayangkari Kabupaten Sumbawa, dan Perwakilan Persit. Sebagai sambutan selamat datang kepada Tim Penilai, panitia menyuguhkan salah satu kesenian daerah Sumbawa yaitu bakelong.
Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik H. Burhan, SH.,MH menyampaikan selamat datang kepada ketua dan segenap anggota tim penilai lomba pelayanan KB MKJP kategori Puskesmas tingkat Nasional. Bupati berharap Puskesmas Brangbiji Unit 2 dapat menjadi puskesmas terbaik dalam hal pelayanan KB MKJP sehingga dapat memotivasi puskesmas-puskesmas lainnya di Provinsi NTB bahkan di wilayah lainnya di Indonesia.
Disampaikan pula untuk menyukseskan program KB MKJP, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah memprioritaskan program KB dan mengalokasikan anggaran yang memadai. Tidak hanya itu, untuk menggerakkan masyarakat mengikuti program KB bagi pasangan usia subur, Pemerintah Kabupaten juga telah melahirkan regulasi yang memperkuat program kependudukan, Keluarga Berencana serta membangun penguatan keterpaduan dan keintegrasian program. Selain regulasi juga dengan peningkatan dan kesinambungan program yang dilakukan melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) maupun advokasi, termasuk memperkuat komitmen melalui sinergitas dan kolaborasi dengan pola kemitraan, serta dijalankan secara terintegrasi dan terpadu. Ditambah pula dengan adanya program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dimana puskesmas memiliki peran yang cukup penting dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB MKJP.
Bupati sangat mengapresiasi kegiatan Lomba Pelayanan KB MKJP kategori Puskesmas tingkat Nasional, sebagai salah satu upaya bersama untuk meningkatkan kesertaan KB MKJP di Puskesmas dalam rangka pencapaian program kependudukan, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga (KKBPK). Terkait hal tersebut, Bupati berharap lomba ini bisa lebih memotivasi semua pihak khususnya di puskesmas, sehingga benar-benar dapat memberikan kontribusi positif dalam pembinaan dan pengembangan keluarga dan juga berdampak positif kepada masyarakat luas.
Sementara itu, dr. Ruri Mutia selaku Ketua Tim Penilai lomba menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018. BKKBN mengadakan perlombaan ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya pelayanan KB yang dilakukan fasilitas pelayanan KB yang bersumber dari puskesmas, yaitu dari 20,3% (2002/2003), 16% (2007) dan terus menurun menjadi 13% (2012). Bahkan sampai dengan Tahun 2012 hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan penggunaan kontrasepsi MKJP masih mengalami penurunan, dimana penggunaan Intra Uterine Device (IUD) 3,9 % (SDKI 2012), dan Implan 3,3% (SDKI 2012). Namun pada tahun 2017 hasil SDKI menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan yaitu penggunaan IUD sebesar 12,1% dan Implant sebesar 4,7%.
Sehubungan dengan hal ini perlu adanya upaya dan strategi untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB MKJP di puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang terdepan dan dekat dengan masyarakat yaitu melalui kegiatan lomba pelayanan KB MKJP. Dari kegiatan lomba tersebut diharapkan puskesmas mempunyai kegiatan inovasi dan mampu mengembangkannya sehingga cakupan dan kesertaan KB MKJP semakin meningkat.
Disampaikan pula untuk pemenang lomba urutan pertama, kedua dan ketiga dari masing-masing regional akan mendapatkan dana pembinaan untuk peningkatan KB MKJP. Selain itu untuk Puskesmas pemenang satu, kedua dan ketiga dari III Regional akan diundang menghadiri dan menerima penghargaan pada acara Hari Keluarga Nasional yang akan diselenggarakan Juli 2018, di Provinsi Sulawesi Utara.
Sebelumnya, Kepala UPT Brang Biji Heni Setiyawati, S.KM melaporkan bahwa Puskesmas Brangbiji merupakan puskesmas perawatan kawasan perkotaan yang meliputi wilayah Kelurahan Brang Biji, Kelurahan Uma Sima, dan Kelurahan Lempeh. Pelayanan KB sudah bekerjasama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), dan telah didukung tenaga yang berkompeten, terlatih dan bersertifikasi, serta pelayanan sudah mengacu pada SOP (Standar Operasional Prosedur). (SR)






