KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS DIKBUD KABUPATEN SUMBAWA MELALUI BIDANG PENINGKATAN KOMPETENSI, SERTIFIKASI DAN KARIR GURU
SUMBAWA BESAR, SR (03/05/2018)
Sebanyak 45 kepala sekolah yang dinyatakan lulus administrasi siap mengikuti seleksi calon Pengawas Sekolah. Untuk jadwal pelaksanaan seleksi akademik ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, sedang melakukan koordinasi dengan Direktorat Tenaga Kependidiakn Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Kadis Dikbud Kabupaten Sumbawa melalui Kasi Pembinaan Pendidik Pendidikan Dasar Bidang Pembinaan Ketenagaan, Sutan Syahril S.Sos, Rabu (2/5) kemarin mengatakan, untuk kegiatan seleksi calon pengawas sekolah ini ada empat tahapan yang akan dilaksanakan Dinas Dikbud Sumbawa. Pertama, seleksi akademik, kedua, Diklat on The Job Training pertama, ketiga, In The Job Training dan terakhir On The Job Training kedua. Namun untuk tahap awal ungkap Sutan Syahril, yang bisa dilaksanakan oleh Dinas Dikbud Sumbawa, hanya sampai seleksi akademik. Ini karena adanya keterbatasan anggaran. “Untuk tiga tahap berikutnya, kami upayakan digelar di Triwulan IV,” imbuhnya.
Selain seleksi pengawas sekolah lanjut Sutan Syahril, Dinas Dikbud Sumbawa juga akan melaksanakan Diklat calon Kepala Sekolah. Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB ini, rencananya dilaksanakan minggu pertama Bulan Mei. Diklat ini akan diikuti sebanyak 40 peserta yang semuanya calon Kepala SD. Seleksi calon kepala sekolah ini sudah dilaksanakan tahun 2017 lalu. Diklat yang dilaksanakan ini sendiri merupakan lanjutan dari kegiatan tahun lalu. Diklat ini dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan jabatan kepala sekolah, yang ditinggal karena pensiun. Berikutnya, Dinas Dikbud Sumbawa juga akan melakukan Seleksi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi. Untuk tingkat kabupaten, seleksi ini digelar tanggal 6—8 Mei. Kepada KUPT, Sutan Syahril diharapkan dapat mengirimkan minimal satu guru dan satu kepala sekolah di wilayahnya masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang, diawali dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. “Seleksi ini bertujuan untuk mendorong motivasi, dedikasi, loyalitas dan profesionalisme guru sehingga akan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja dan prestasi kerja guru,” demikian Sutan Syahril. (JEN/SR)







