SUMBAWA BESAR, SR (03/05/2018)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjuk SMK Negeri 1 Sumbawa menjadi panitia Lomba Kempetensi Siswa (LKS) ke 26 tahun 2018 tingkat nasional. Ajang bergensi tersebut dipusatkan di Mataram, Provinsi NTB. Sebanyak 3 guru pengampuh di sekolah bersangkutan ditunjuk sebagai tekhnisi dalam LKS yang berlangsung dari tanggal 6—12 Mei mendatang. Selain itu ada juga satu guru yang ditunjuk sebagai Asisten Juri. Sementara kepala sekolah bertindak sebagai penanggungjawab lomba. “Alhamdulillah tahun ini kami ditunjuk Kemendikbud sebagai panitia LKS tingkat nasional,” ungkap kepala sekolah setempat, Asari S.Pd, M.Pd, saat ditemui SAMAWAREA usai purna siswa angkatan ke 35 Tahun Pelajaran 2017/2018, belum lama ini.
Kegiatan LKS tingkat nasional yang dirangkaian dengan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipusatkan Lombok City Center (PCC) Lombok Barat ini, rencananya dihadiri langsung Presiden Joko Widodo dan 12 Menteri Kabinet Kerja. “Di LKS Tingkat provinsi nanti kita ditunjuk menjadi panitia untuk lomba Ladies and Men’s Hairdraessing (Tata Kecantikan Rambut),” ungkapnya.
Bukan hanya ditunjuk menjadi panitia LKS kata Asari, sekolahnya juga ditunjuk sebagai Sekolah Rujukan. Penunjukan ini berdasarkan SK Direktur Pembinaan SMK No. 705/D.5.2/KP/2016 tertanggal 8 April 2016. Di Kabupaten Sumbawa, selain SMKN 1 Sumbawa, ada juga SMKN 2 Sumbawa dan SMKN 1 Alas. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum sekolah ini ditetapkan sebagai sekolah rujukan. Yakni jumlah siswanya minimal 1.000, dan akreditasi setiap program studynya harus A. Sekolah yang ditunjuk menjadi Sekolah Rujukan ini harus mampu menjadi contoh bagi sekolah lainnya, terutama dalam hal penerapan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Disinggung mengenai purna siswa, Asari menambahkan, total ada 284 siswa dari 8 kompetensi yang mengikuti purna siswa angkatan ke 35 tahun ini. Kedelapan kompetensi ini adalah Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sebanyak 64 siswa, Multi Media (36), Tata Busana (33), Usaha Perjalan Wisata (31), Akomodasi Perhotelan (63), Tata Boga (32), Patiseri (20) dan Tata Kecantikan Rambut (6).
Tahun ini ada dua siswanya yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Mereka diterima di Universitas Negeri Malang. Ada juga siswanya yang mewakili NTB di kegiatan Lawatan Sejarah di Aceh. Ia berharap siswanya yang akan menamatkan pendidikan tahun ini lebih banyak terserap lagi di dunia industri. Begitu juga yang melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah. (JEN/SR)







