LOMBOK TENGAH, SR (13/05/2018)
Peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor ke-84 tahun ini dirangkaikan dengan Launching Penanaman dan penyerahan bibit jagung untuk 100.000 hektar di NTB. Kegiatan yang dilaksanakan di Ponpes Al-Mansyuriah Ta’limussyibian Bonder, Praya Barat, Lombok Tengah, Sabtu (12/5) ini dihadiri Musytasar PB NU TGH. LM. Turmudzi Badarudin, Direktur Kementan RI Ir. H. Jamil, PhD, Deputi Penindakan KPK RI Irjen Pol Firli, Wakil Ketua Umum PP Ansor H. Aam Haerul Amri, Ketua Bidang Pertanian, Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kedaulatan Pangan PP GP Ansor H. Hadi M Musa Said, Korwil PP GP Ansor Bali, NTB, NTT Zakaria R Puato, Gubernur NTB TGB. H. Zainul Majdi, Ketua Tanfidziah PW NU NTB Drs TGH. Ahmad Taqiudin Mansyur, Wakapolda NTB Kombes Pol Tajudin, Kabinda NTB H. Tarwo Kusnanto, Ketua PW Ansor NTB H. Zamroni Aziz bersama jajaran, para tuan guru, toga, toma dan ribuan perwakilan kelompok Tani dan Gapoktan Binasn GP Ansor dari masing-masing Kabupaten dan Kota se NTB.
Ketua PW GP Ansor NTB H. Zamroni Aziz menyampaikan, pada momentum harlah Gerakan Pemuda Ansor ke 84 tahun ini dirangkaikan dengan penyerahan 100.000 hektar bibit jagung, dan para perwakilan kelompok petani jagung hadir hanya ingin bersilaturrahmi dengan Mentan RI yang diwakili Direktur Ir H. Ali Jamil P.hD, dan ini menjadi komitmen bersama dengan Gerakan Pemuda Ansor untuk para petani. Dan para pemuda Ansor ada dimana-mana seperti ada yang bergabung ke partai politik, birokrasi, anggota dewan dan lainnnya. Dan kegiatan penyerahan bibit jagung ini diprakarsai oleh Gerakan Pemuda Ansor bekerjasama dengan Kementan RI. “Jadi wajar saja kalau Gerakan Pemuda Ansor melaksanakan kegiatan ini karena kami Pemuda Ansor punya investasi besar di negeri ini sehingga merangkul semua elemen masyarakat seperti para petani yang kita kumpulkan pasa saat ini. Karena negeri ini berdiri sampai sekarang atas perjuangan Gerakan Pemuda Ansor dan tidak pernah berpikir mau jadi apa. Para pendiri NU dan Ansor mengatakan bahwa siapapun dia dan dari mana asalnya ketika mengatakan Hubbul Wathan Minal Iman maka kita Gerakan Pemuda Ansor harus merangkulnya,” tukasnya.
Ketua PP GP Ansor Bidang Pertanian dan Kedaulatan Pangan H. Adhe Musa Said menyampaikan “para toga, toma dan seluruh masyarakat untuk secara bersama-sama membangun ekonomi kerakyatan. “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendaulatkan petani berdiri sendiri di atas kaki sendiri di tanah air Indonesia. Kita lahir di tanah air Indonesia, kita tumbuh makan minum dari tanah dan air Indonesia, kita akan mati dan kembali menyatu dengan tanah air Indonesia. Jadi kalau ada yang ingin mengkhianati Negeri ini maka silahkan angkat kaki dari tanah air Indonesia. Kami ingin semua solid baik dari NU, Ansor, Pemerintah, TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat karena ini langkah awal kita karena selanjutnya masih banyak tugas-tugas yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,” paparnya.
Dalam kesempatan itu dia meminta Direktur Kementan RI, bahwa menanam jagung tidak hanya dilakukan di NTB tapi harus juga dilaksanakan di daerah-daerah lainnya. Kenapa di NTB ? karena hari ini masih sangat banyak lahan yang bisa dimanfaatkan oleh para petani. Jadi petaninya sangat luar biasa, dan ini hanya perwakilan dari para petani yang kami hadirkan di sini, kalau kita hadirkan seluruh petani maka tidak mencukupi tempat ini. Kalau petani ini sudah solid dan bersatu bersama NU dan Ansor dan masyarakat Insya’Allah negara ini akan menjadi negara yang makmur dan negara ini akan sejahtera dan berdaya secara ekonomi. Semoga kita bangkit bersama membangun ekonomi yang merata, apalagi pak Gubernur NTB TGB H. Zainul Majdi hadir ditengah-tengah kita, ini sebagai bentuk dukungan dan suport dari pemerintah daerah untuk terus bersama-sama bersama petani saatnya daulat petani, daulat NKRI harus disebarkan ke seluruh pelosok Negeri, petani bangkit indonesia hebat,” tegas Adhe Musa Said.
Sementara Aam Haerul Amri, Wakil Ketua Umum PP Ansor menyampaikan bahwa pentingnya kebijakan Pemerintah yang berpihak pada petani untuk mengangkat derajat dan martabat petani yang selama ini terpinggirkan. GP Ansor akan terus berdampingan dengan petani untuk mengawal program ini sampai berhasil.
Gubernur NTB, Dr. H. TGB Zainul Majdi MA menyambut baik apa yang dilakukan GP Ansor. Ia berharap program ini berjalan dengan baik dan saatnya nanti panen raya. Pemerintah NTB melalui kepala Dinas Pertanian, akan membantu dan mendorong agar program ini bisa berjalan dengan lancar. “Tolong pak Kepala Dinas Pertanian ini diseriusi agar program kerjasama GP Ansor dengan Pemerintah sukses,” pintanya.
Ir. Ali Jamil selaku Direktur yang mewakili Menteri Pertanian juga menyampaikan sangat bergembira kementerian Pertanian bisa bekerjasama dengan GP Ansor. Selanjutnya ini menjadi tugas bersama untuk mensukseskan program ini. “Saya sampaikan kepada Kepala Dinas bahwa tolong program ini dibantu semaksimal mungkin karena GP Ansor adalah organisasi yang perangkatnya sampai tingkat desa, dikoordinasikan dengan baik, hal ini bisa menjadi percontohan dengan masih banyaknya lahan yang perlu digarap. Kita percaya GP Ansor mampu menjadi mitra kerjasama yang baik kedepannya,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Deputi Penindakan KPK RI Irjenpol Drs H. Firli MSi sangat bangga dengan GP Ansor yang menjadi penggerak dalam pemberdayaan petani di NTB. Ini adalah bukti bahwa Ansor menyatu dengan para petani. Diharapkan juga GP Ansor dan NU yang berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka terus mampu menjadi harmoni kerukunan dan kebersamaan dalam membangun Indonesia yang lebih baik. “Ansor adalah organisasi yang sudah berjuang untuk memerdekakan Bangsa ini dan akan terus mengawal keutuhan NKRI,” tutupnya. (SR)






